Senin, 21 November 2011

Unsur Golongan Transisi Periode 4




Manfaat dan Dampak
  1. Skandium (Sc): digunakan sebagai komponen pada lampu berintensitas tinggi, bahan pembentuk gelatin hidroksida yang bersifat atmosfer. Skandium tidak beracun, namun perlu berhati-hati karena beberapa senyawa scandium mungkin bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada liver jika terakumulasi dalam tubuh. Bersama dengan hewan air, Sc dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan sistem syaraf.
  2. Titanium (Ti): dimanfaatkan untuk membuat pemutih dan pengilap kertas, pigmen putih dalam cat; kramik; kosmetik; kaca; plastik. titanium dioksida ini dapat menjauhkan bakteri, baik bakteri medik seperti MRSA dan Pseudomonas, maupun bakteri makanan seperti Staphylococcus aureus, Colon bacillus, Salmonella, dan Listeria monocytogenes.
  3. Vanadium (V): dimanfaatkan untuk pembuatan peralatan teknik yang tahan getaran. Misal: pegas, per mobil, pesawat terbang, dan kereta api.
  4. Krom (Cr): dimanfaatkan untuk melapisi logam lain agar tahan karat, sebagai bahan dasar dalam industri baja. Daya racun yang dimiliki akan bekerjasebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi,logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagimanusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan
  5. Mangan (Mn): dimanfaatkan pada industri baja sebagai campuran mangan dengan besi disebut feromangan. Feromangan digunakan sebagai bahan pembuat mesin dan alat berat. Selain itu, mangan dalam bentuk senyawa MnO2 digunakan pada baterai kering. Mangan dapat bersifat karsinogenik.
  6. Besi (Fe): digunakan sebagai perangkat elektronik, memori komputer, dan pita rekam. Besi juga selalu dipadukan dengan logam lain membentuk aliase.
  7. Kobalt (Co): dimanfaatkan untuk membuat paduan logam, pembuatan mesin jet, mesin turbin, dan peralatan tahan panas. Isotop radioaktif kobalt berguna dalam pengobatan kanker, ion Co2+ dalam bentuk larutan digunakan sebagai bahan tinta yang tidak berwarna. Pada kertas yang mengandung ion Co2+ digunakan  untuk mendeteksi perubahan cuaca.
  8. Nikel (Ni): digunakan untuk melapisi logam agar tahan karat, sebagai katalis dalam reaksi reduksi senyawa hidrokarbon. Uap dan debu nikel sulfida beresiko karsinogenik.
  9. Tembaga (Cu): digunakan sebagai kabel listrik (alat-alat elektronik). Pada pembuatan kerajinan, dibuat paduan logam seperti kuningan, perunggu, monel, alniko.
  10. Seng (Zn): digunakan sebagai pelapis besi agar tahan karat, paduan logam, zat antioksidan pada pembuatan ban mobil, bahan pembuat cat putih dan bahan untuk melapisi tabung gambar televisi. Lembaran seng dapat dimanfaatkan sebagai atap bangunan.

Cara Pembuatan
  1. Skandium (Sc): dibuat dengan elektrolisis cairan ScCl3 yang dicampurkan dengan klorida-klorida lain.
  2. Titanium (Ti): Salah satu metode yang digunakan dalam proses pembuatan titanium adalah Metode Kroll yang banyak menggunakan klor dan karbon. Hasil reaksinya adalah titanium tetraklorida yang kemudian dipisahkan dengan besi triklorida dengan menggunakan proses distilasi. Senyawa titanium tetraklorida, kemudian direduksi oleh magnesium menjadi logam murni. Udara dikeluarkan agar logam yang dihasilkan tidak dikotori oleh unsur oksigen dan nitrogen. Sisa reaksi adalah antara magnesium dan magnesium diklorida yang kemudian dikeluarkan dari hasil reaksi menggunakan air dan asam klorida sehingga meninggalkan spons titanium. Spon ini akan mencair dibawah tekanan helium atau argon yang pada akhirnya membeku dan membentuk batangan titanium murni.
  3. Vanadium (V): frevonadium (logam campuran dengan besi) dihasilkan dari reduksi V2O5 dengan campuran silikon (Si) dan besi (Fe), reaksinya:
2V2O5(s)  + 5 Si(s) + Fe(s)              4V(s) + Fe(s) + 5 SiO2(s)
Senyawa SiO2 ditambah dengan CaO menghasilkan suatu terak yaitu bahan yang dihasilkan selama pemurnian logam.
  1. Krom (Cr): logam krom dibuat menurut proses goldschmidt dengan jalan mereduksi  Cr2O3 dengan logam aluminium. Reaksinya:
Cr2O3 (s) + 2Al(s)                 Al2O3(s) + 2Cr(s)
  1. Mangan (Mn): pembuatan feromangan dilakukan dengan mereduksi MnO2 dengan campuran besi oksida dan karbon. Reaksinya:
MnO2 + Fe2O3 + 5C                Mn + 2Fe + 5CO
  1. Besi (Fe): proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur tinggi. Prinsip kerjanya dengan mereduksi oksida besi dengan gas karbon monoksida.
  2. Kobalt (Co): Unsur cobalt diproduksi ketika hidroksida hujan, akan timbul hipoklorit sodium ( NaOCl) . Berikut reaksinya :
2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2O                           2Co(OH)3(s) + NaCl(aq)
Trihydroxide Co(OH)3 yang dihasilkan kemudian dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian ditambah dengan karbon sehingga terbentuklah unsur kobalt metal. Berikut reaksinya
2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2
2Co2O3 + 3C            4Co(s) + 3CO2(g)
  1. Tembaga (Cu): proses pengolahan tembaga diawali dengan pemanggangan kalkopirit (CuFeS2) atau bijih tembaga lain. Hasil pemanggangan dioksidasi dalam oksigen. Tembaga yang dihasilkan dimurnikan secara elektrolisis dan flotasi (proses pemisahan yang digunakan untuk menghasilkan konsentrat tembaga-emas).
  2.  Seng (Zn): pembuatan logam seng dilakukan dengan pemanggangan seng sulfida (ZnS) kemudian oksida seng direduksi dengan karbon pijar.

Ion Kompleks dan Tata Nama
Unsur transisi dapat membentuk ion kompleks karena memiliki orbital-orbital yang masih kosong. Ion kompleks merupakan gabungan antara atom pusat dengan molekul atau ion-ion lain yang disebut ligan. Ion logam transisi bertindak sebagai atom pusat. Ion logam transisi menyediakan orbital-orbital kosong, sedangkan molekul netral atau ligan akan menyediakan pasangan elektron untuk mengisi orbital-orbital kosong yang tersedia. Ligan-ligan tersebut akan berikatan dengan atom pusat melalui ikatan kovalen koordinasi.
                contoh pembentukan ion kompleks:
                Cu+    +    4CN-                        [Cu(CN4)]2-
                (ion logam       (ligan)                                ion kompleks
                transisi)                                                    tetrasiano kuprat (II)
                Kereaktifan dan kelarutan unsur-unsur transisi periode 4:

Ti
V
Cr
Mn
Fe
Co
Ni
Cu
Kelarutan dalam asam
HCl panas, HF
HNO3, HF, H2SO4  (p)
HCl encer, H2SO4
HCl encer, H2SO4
HCl encer, H2SO4
HCl encer
HCl encer, H2SO4
HNO3, H2SO4 
Kereaktifan
Tahan korosi
Tahan korosi
Tahan korosi
reaktif
reaktif
Tahan korosi
Tahan korosi
-

Senyawa kompleks adalah senyawa yang mengandung ion kompleks. Ion kompleks tersebut dapat bertindak sebagai kation maupun anion.
                Berikut ini adalah beberapa aturan yang berlaku dalam penamaan suatu ion kompleks maupun senyawa kompleks :
1.       Penamaan kation mendahului anion; sama seperti penamaan senyawa ionik pada umumnya.
2.       Dalam ion kompleks, nama ligan disusun menurut urutan abjad, kemudian dilanjutkan dengan nama kation logam transisi.
3.       Nama ligan yang sering terlibat dalam pembentukan ion kompleks dapat dilihat pada Tabel Nama Ligan.
4.       Ketika beberapa ligan sejenis terdapat dalam ion kompleks, digunakan awalan di-, tri-, tetra-, penta-, heksa-, dan sebagainya.
5.       Bilangan oksidasi kation logam transisi dinyatakan dalam bilangan Romawi.
6.       Ketika ion kompleks bermuatan negatif, nama kation logam transisi diberi akhiran –at. Nama kation logam transisi pada ion kompleks bermuatan negatif dapat dilihat pada Tabel Nama Kation pada Anion Kompleks.

Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan nama maupun rumus kimia dari berbagai senyawa kompleks :
1. Ni(CO)4
                Bilangan koordinasi = 4
                Muatan ion kompleks = 0
                Muatan ligan = 0              
                Muatan kation logam transisi = 0
                Nama senyawa = tetrakarbonil nikel (0) atau nikel tetrakarbonil
2. NaAuF4
                Terdiri dari kation sederhana (Na+) dan anion kompleks (AuF4-)
                Bilangan koordinasi = 4
                Muatan anion kompleks = -1
                Muatan ligan = -1 x 4 = -4
                Muatan kation logam transisi = +3
                Nama senyawa = natrium tetrafluoro aurat (III)
3. K3[Fe(CN)6]
                Terdiri dari kation sederhana (3 ion K+) dan anion kompleks ([Fe(CN)6]-3)
                Bilangan koordinasi = 6
                Muatan anion kompleks = -3
                Muatan ligan = -1 x 6 = -6
                Muatan kation logam transisi = +3
                Nama senyawa = kalium heksasiano ferrat (III) atau kalium ferrisianida
4. [Cr(en)3]Cl3
                Terdiri dari kation kompleks ([Cr(en)3]3+) dan anion sederhana (3 ion Cl-)
                Bilangan koordinasi = 3 x 2 (bidentat) = 6
                Muatan kation kompleks = +3
                Muatan ligan = 3 x 0 = 0
                Muatan kation logam transisi = +3
                Nama senyawa = tris-(etilendiamin) kromium (III) klorida
5. Pentaamin kloro kobalt (III) klorida
                Terdapat 5 NH3, satu Cl-, satu Co3+, dan ion Cl-
                        Muatan kation kompleks = (5 x 0) + (1 x -1) + (1 x +3) = +2
                Untuk membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan dua ion Cl-
                Rumus senyawa kompleks = [Co(NH3)5Cl]Cl2
6. Dikloro bis-(etilendiamin) platinum (IV) nitrat
                Terdapat 2 Cl-, 2 en, satu Pt4+, dan ion NO3-
                Muatan kation kompleks = (2 x -1) + (2 x 0) + (1 x +4) = +2
                Untuk membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan dua ion NO3-
                Rumus senyawa kompleks = [Pt(en)2Cl2](NO3)2
7. Natrium heksanitro kobaltat (III)
                Terdapat 6 NO2-, satu Co3+, dan ion Na+
                Muatan anion kompleks = (6 x -1) + (1 x +3) = -3
                Untuk membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan tiga ion Na+
                Rumus senyawa kompleks = Na3[Co(NO2)6]
8. Tris-(etilendiamin) kobalt (III) sulfat
                Terdapat 3 en, satu Co3+, dan ion SO42-
                Muatan kation kompleks = (3 x 0) + (1 x +3) = +3
                Untuk membentuk senyawa kompleks, dua kation kompleks membutuhkan tiga ion SO42-
                Rumus senyawa kompleks = ([Co(en)3])2(SO4)3

Selasa, 04 Oktober 2011

CorelDRAW

Berikut adalah menu bar pada CorelDRAW X3:
1. Menu bar file;

2. Menu bar edit;


3. Menu bar view;


4. Menu bar Layout;


5. Menu bar Arrange;


6. Menu bar Effects;


7. Menu bar Bitmaps;


8. Menu bar Text;


9. Menu bar Tools;


10. Menu bar Window;


11. Menu bar Help;

 


Berikut adalah tampilan awal pada CorelDRAW:


untuk membuat bendera, buat kotak terlebih dahulu dg tombol rectangle tool

lalu klik dan buat kotak sesuai ukuran yang anda inginkan


lalu beri warna kotak tsb


setelah itu copy gambar tsb, dg mengklik ctrl+C dan paste ctrl+V, lalu tarik secara simetris. dan beri warna pada bagian bendera yang lain


lalu blok gambar dan klik ctrl+G agar gambar tersebut tidak terpisah dan menyatu


dan inilah hasilnya:


Cara-cara membuat bingkai foto pada corelDRAW
1. misalnya ingin bingkainya berbentuk kotak klik rectangle tool, sedangkan jika ingin bingkainya oval, klik ellipse tool


setelah itu masukkan pada kanvas



lalu beri warna pada bingkai


lalu masukan foto yang ingin anda masukan pada bingkai dg mengklik file-import


akan muncul kotak baru, klik import



kemudian akan muncul kata-kata seperti pada gambar berikut




drag sampai muncul foto




lalu klik effects - powerclip - place inside container


setelah muncul panah, klik panah tersebut di dalam bingkai, maka foto akan masuk


perhalus ujung bingkai dengan mengklik basic shapes






setelah itu tambahkan variasi hiasan yang anda inginkan pada bingkai


beginilah hasilnya





setelah itu hiasi bingkai anda, bisa memakai huruf misalnya.
sebelumnya atur terlebih dahulu jenis dan ukuran huruf dan teks yang anda inginkan.



ketikan huruf pada kotak yang tersedia, misalnya "SATYA PERTIWI XXVII"


lalu blok seluruh gambar dan klik ctrl+G. selesai.
beginilah hasilnya


Jumat, 16 September 2011

Ribbon Tab dalam Ms. PowerPoint

Micorosoft PowerPoint 2007 adalah program aplikasi untuk membuat presentasi secara elektronik yang handal. Presentasi Power Point dapat terdiri dari teks, grafik, objek gambar, clipart, movie, suara dan objek yang dibuat program lain.

Cara mengaktifkan Microsoft PowerPoint 2007

Pengaktifan Ms. Power Point 2007 ini bisa dilakukan

dengan langkah berikut :

1. Klik START, pilih Program, pilih Microsoft Office, dan kemudian klik Power Point.

2. Double click shortcut ikon Microsoft Powerpoint


Lembar Kerja Ms. PowerPoint 2007





Fungsi dari Tools dalam Ms. PowerPoint 2007

Terdapat perbedaan istilah yang digunakan Ms. PowerPoint 2007 dibandingkan versi sebelumnya, antara lain penggunaan istilah Ribbon Tabs untuk menggantikan menubar dan Ribbon untuk kumpulan toolbar (tools group).

1. Fungsi Utama Tombol Ms. Office (Ms. Office Button)

Microsoft Office Button berisi fungsi-fungsi utama dari File, antara lain New, Open, Save, Save As, Print, Prepare, dan Send & Publish.

2. Quick Access Toolbar berisi shortcut untuk fungsi Save, Undo, and Repeat

Shortcut ini dapat ditambah dengan mengklik panah di sebelah kanan.


3. Ribbon Tabs

Setiap Ribbon Tab akan menampilkan Ribbon yang berisi beberapa set dari Tool Groups. Ribbon tabs dalam Ms. PowerPoint 2007, antara lain Home, Insert, Design, Animations, Slide Show, Review, dan View.

a. Ribbon Tab Home


pilih pada Ribbon Tab Home, kemudian akan muncul Ribbon yang terdiri dari beberapa tool group, antara lain Clipboard, Slides, Font, Paragraph, Drawing, dan Editing yang berfungsi untuk mengatur format slide dan isinya.

1) Clipboard, terdapat tombol Copy, Paste, Cut, dan Format Painter.

2) Slide, terdapat tombol Add Slide, Layout, Reset, dan Delete.

3) Paragraph, terdapat tombol untuk mengatur perataan (Alignment), Bullet and Numbering, Line Spacing, dan beberapa tombol untuk mengatur Paragraph.

4) Drawing, terdapat tombol Text Box, Austoshape, Arrange, Quick Styles, Shape Fill, Shape Outline, dan Shape Effects.

5) Editing, terdiri dari tombol Find, Replace, dan Select

b. Ribbon Tab Insert

Ribbon tab Insert terdiri dari beberapa tool group, antara lain:

1) Tables, perintah untuk menambahkan tabel pada tampilan slide Anda.

2) Illustrations, terdapat tombol-tombol yang dapat Anda gunakan untuk menyisipkan gambar, clipart, photo album, shapes, smartart, dan chart (grafik).

3) Links, tombol-tombol pada tool group ini dapat digunakan untuk membuat link pada slide.

4) Media Clips, untuk memperkaya tampilan slide Anda, maka Anda dapat menambahkan file sound (suara) atau movie (film).

c. Ribbon Tab Design

Jika anda mengklik Ribbon tab Design, maka akan muncul Ribbon dengan beberapa tool group, antara lain Page Setup, Themes, dan Background yang berfungsi untuk mendesain slide Anda.

1) Page Setup, terdapat tombol untuk mengatur orientasi dari slide, apakah Anda akan menggunakan orientasi portrait atau landscape.

2) Themes, Anda dapat menggunakan pilihan desain yang sudah disiapkan oleh Ms. PowerPoint 2007 untuk slide Anda.

3) Background, untuk memperindah slide yang Anda buat. Anda dapat menata latar belakang slide Anda dengan menggunakan menu pada toolgroup ini.

d. Ribbon Tab Animations

Pada Ribbon Tab Animations, Anda dapat menambahkan berbagai macam bentuk animasi pada slide Anda. Terdapat 3 tool group yang dapat Anda gunakan, antara lain:

1) Preview, tombol ini dipergunakan untuk melihat hasil dari ani-masi yang Anda berikan untuk slide Anda.

2) Animations, Anda dapat memilih animasi bagi objek yang ada pada slide, terdiri dari Animate dan Custom Animations.

3) Transition to This Slide, untuk memberikan slide pada perpindahan slide yang Anda buat.

e. Ribbon Tab Slide Show

Ribbon Tab Slide Show terdiri dari beberapa tool group, antara lain:

1) Start Slide Show, untuk menentukan dari mana slide Anda dijalankan, apakah dari awal (from beginning), dari slide yang sedang aktif (from current slide show), atau pilihan Anda sendiri (custom slide show).

2) Set Up, pada tool group ini terdapat tombol yang dapat digunakan untuk menyembunyikan slide (hide slide), merekam narasi (record narration), dan menentukan urutan slide (rehearse timings) yang akan ditampilkan.

3) Monitors, Anda dapat mengatur resolusi dari slide presentasi Anda pada tool group ini.

f. Ribbon Tab Review

Terdapat tiga tool group pada Ribbon Tab ini, antara lain:

1) Proofing, digunakan untuk melakukan pengecekan pada tata tulis yang Anda buat di slide.

2) Comments, Anda dapat memberikan catatan pada slide yang Anda buat.

3) Protect, Anda dapat menggunakannya untuk melindungi slide presentasi yang Anda buat.

g. Ribbon Tab View

Tool group yang terdapat pada Ribbon Tab ini antara lain:

1) Presentation Views, pada bagian ini Anda dapat melihat kese-luruhan dari slide yang telah Anda buat. Anda dapat melihatnya secara normal, slide sorter, notes page, dan slide show. Selain itu, Anda juga dapat membuat slide Master sesuai dengan desain yang Anda inginkan.

2) Show/Hide, untuk membantu Anda dalam membuat slide presentasi, Anda dapat menampilkan penggaris (ruler) dan garis bantu (gridlines).

3) Zoom, Anda dapat memperbesar ukuran slide yang Anda buat atau secara normal.

4) Color/Grayscale, pada bagian ini Anda dapat menentukan apakah slide yang Anda buat berwarna (color) atau hitam putih (grayscale).

5) Window, Anda dapat menata tampilan window PowerPoint apakah secara cascade, split, atau berpindah ke window lain.

Sabtu, 22 Januari 2011

ZAT ADDITIF

A. Pengertian Zat Additif

Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

Secara ilmiah, zat aditif atau zat tambahan makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Definisi yang diberikan FAO/WHO tahun 1983 dan telah disepakati oleh 120 negara lebih luas lagi, yaitu; bahan apapun yang biasanya tidak dimakan sendiri sebagai suatu makanan yang dengan sengaja atau tidak ditambahkan pada makanan untuk tujuan teknologi (termasuk organoleptik/rasa, aroma, warna) selama proses pembuatan, pengolahan, penyiapan, pengepakan, pengemasan maupun pengolahan.

Bahan yang tergolong ke dalam zat aditif makanan harus dapat:
1. memperbaiki kualitas atau gizi makanan;
2. membuat makanan tampak lebih menarik;
3. meningkatkan cita rasa makanan; dan
4. membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak cepat basi dan busuk.

B. Jenis-Jenis Zat Additif

Menurut Majeed (1996) zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu: 1) agen emulsi yaitu aditif yang berbahan lemak dan air contohnya lecitin 2) agen penstabil dan pemekat contohnya alginat dan gliserin, 3) agen penghalang kerak untuk mencegah penggumpalan, 4) agen peningkatan nutrisi contohnya berbagai vitamin, 5) agen pengawet contohnya garam nitrat dan nitrit, 6) agen antioksidan contohnya vitamin C dan E ; BHT (Butylated Hydroxy-Toluen) dan BHA (Butylated Hydroxy-Anisol), 7) agen pengembang untuk roti dan bolu, 8) agen penyedap rasa contoh monosodium glutamat (MSG), 9) bahan pewarna.

Selain kesembilan zat aditif diatas Denfer (2001) juga menyatakan terdapat bahan lain yang ditambahkan dalam makanan diantaranya: 1) agen peluntur, 2) lemak hewani, 3) bahan pengasam, 4) bahan pemisah, 5) pati termodifikasi, 6) alkohol, dan 7) gelatin .

Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:
1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;
2. zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.
Berdasarkan fungsinya, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai :

1. Zat Pewarna

Adalah bahan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan agar menarik.

a. Zat Pewarna Alami

Contoh :

* Daun pandan dan suji pemberi warna hijau

* Kunyit pemberi warna kuning

* Coklat pemberi warna coklat

* Wortel pemberi warna kuning merah

* Karamel pemberi warna hitam coklat

b. Zat Pewarna Buatan

Contoh:

* Eritrosin pemberi warna merah

* Warna kuning : tartrazin, sunset yellow

* Warna merah : allura, eritrosin, amaranth, carmoisine

* Warna biru : biru berlian

* Warna oranye :sunsetyellow FCF

* Hijau FCF

* Misal: untuk pemberi warna es krim, buah pir kalengan, jem, jelly, saus apel dan udang kalengan.

* Kuning FCF pemberi warna kuning

Misal: untuk es krim, yoghurt, jem, jelly.

Hasil penelitian FAO/WHO tidak menetapkan ambang batas pemakaian zat warna tetapi ambang batas konsumsi perhari yang diperkenankan yang dikenal dengan singkatan ADI (Acceptable Daily Intake). Penetapan itu dilakukan setelah terjadi kasus keracunan zat pewarna pada kembang gula dan “popcorn” dengan dosis yang terlalu tinggi. Akibat keracunan itu, anak menderita diare.

2. Zat Pemutih

Selain zat pewarna makanan kita mengenal zat pemutih makanan. Misalnya: oksidaklor, hydrogen peroksida, benzoil peroksida, dll. Zat pemutih ini baik untuk memperbaiki warna bahan makanan tanpa merusak komposisi bahan makanan. Contoh: tepung yang masih baru biasanya berwarna kuning kecoklat-coklatan atau kuning keabu-abuan. Zat-zat pemutih tersebut dapat digunakan untuk memutihkan tepung tadi. Hidrogen peroksida biasa digunakan untuk memutihkan warna susu yang digunakan untuk membuat keju.

Ada zat pemutih yang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pemutih warna zat makanan juga sebagai pereaksi untuk menjadikan bahan makanan itu larut dalam air. Misalnya: natrium hipoklorit digunakan agar pati yang tidak larut dalam air menjadi larut dalam air.

3. Zat Penyedap Rasa dan Pemberi Aroma

Ini sering disebut sebagai zat cita rasa makanan. Misalnya, bumbu-bumbuan yang berasal dari alam, contoh: pala, merica laos, dll.

a. Zat Penyedap Rasa

Zat penyedap rasa makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium glutamat) atau sering disebut Vetsin dan asam cuka. MSG dibuat dari fermentasi tetes tebu dengan bantuan bakteri Micrococcus glutamicus.

Zat penyedap rasa jika penggunaannya berlebihan maka menimbulkan penyakit. Contoh penggunaan MSG di restoran Cina dan Jepang, jika penggunaan MSG berlebihan maka menimbulkan penyakit yang dikenal dengan nama Sindrom Restoran Cina (Chinese Restaurant Syndrome) dengan gejalanya pusing, lelah atau sesak napas.

Contoh penyedap rasa lainnya: natrium/kalium guanilat dan natrium/kalium inosinat.

b. Zat Pemberi Aroma

Zat pemberi aroma banyak digunakan dari golongan ester dengan rasa atau aroma buah. Kebanyakan zat pemberi aroma digunakan dalam minuman.

Contoh :

1. Benzaldehida untuk pemberi aroma buah lobi-lobi

2. Etil butirat untuk pemberi aroma buah nanas

3. Amil asetat untuk pemberi aroma buah pisang

4. Amil valerat untuk pemberi aroma buah apel

5. Isoamil asetat untuk pemberi aroma buah pisang ambon

6. Isobutil propionat untuk pemberi aroma buah rum

7. Oktil asetat untuk pemberi aroma buah jeruk

8. Metil salisilat untuk pemberi aroma minyak gandapura (wintergreen).

9. Propil asetat untuk pemberi aroma buah pir.

4. Zat Pemanis

sakarin

Pemanis buatan adalah zat aditif yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan, tetapi bahan ini tidak mempunyai nilai gizi. Zat manis tidak berkalori dan tidak ikut dalam proses metabolisme tubuh. Oleh Karena itu, bahan ini digunakan sebagai bahan pengganti gula pada penderita kencing manis.

Gula baik yang terbuat dari tebu maupun dari enau atau kelapa diuraikan oleh zat dalam tubuh manusia menjadi glukosa. Glukosa ini dioksidasi oleh oksigen menjadi gas CO2 dan H2O disertai dengan kalor atau tenaga.

Zat pemanis yang tidak menghasilkan kalori ini misalnya:

a. Sakarin

Sakarin mempunyai tingkat kemanisan 500 kali lebih manis dari gula. Natrium Siklamat

Natrium siklamat mempunyai tingkat kemanisan 50 kali lebih manis dari gula. Zat pemanis jenis ini dicurigai sebagai penyebab kanker Karena hasil metabolisme siklamat merupakan senyawa yang bersifat karsinogen. Adapun hasil penelitian pada tikus menunjukkan ada kemungkinan besar bahwa pembuangan senyawa ini melalui urine dapat merangsang tumbuhnya tumor dalam kemih. Sorbitol

Sorbitol merupakan suatu senyawa polihidroksi yang mengandung kalori sama dengan gula. Zat pemanis jenis ini digunakan sebagai pemanis permen. Sorbitol tidak terurai dalam mulut sehingga tidak merusak gigi. Namun, pemakaian yang berlebihan dapat menimbulkan diare.

b. Dulsin

Dulsin adalah zat pemanis yang mempunyai tingkat kemanisan 250 kali lebih manis dari gula. Pemanis ini dilarang penggunaannya oleh Depkes RI. Aspartan merupakan zat pemanis yang mempunyai tingkat kemanisan 200 kali lebih manis dari gula. Zat pemanis biasanya digunakan pada pembuatan permen, minuman ringan, es krim, dll.


5. Zat Pengawet

asam benzoat

Zat pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, atau penguraian makanan oleh mikroorganisme, pengawet alami dapat dilakukan dengan cara memasukan bahan makanan ke dalam garam atau diasinkan

Zat pengawet yang sering digunakan adalah zat pengawet yang mudah dibuat misalnya natrium benzoat, natrium nitrat, asam propionat, dan kalium sorbat. Natrium benzoat digunakan untuk bahan makanan yang mudah basi, benzoat efektif.

Zat pengawet makanan yang dilarang Departemen Kesehatan adalah formalin, boraks dan asam salisilat

Etilen oksida dan etil format adalah bahan fumigasi yang digunakan untuk menghilangkan hama dari bumbu-bumbuan, kacang-kacangan, dan buah-buahan kering.

Terlalu banyak makan-makanan yang mengandung zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit.

6. Zat Pengatur keasaman

asam sitrat

Zat pengatur keasaman berfungsi untuk mengasamkan, menetralkan dan mempertahankan derajat keasaman, contoh asam asetat, asam klorida, asam sitrat, dan natrium karbonat.

Pemakaian zat-zat aditif pada makanan yang diperbolehkan mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:

a. Mempertahankan kualitas gizi makanan

b. Mempertinggi mutu atau stabilitas dengan mengurangi kerusakan makanan

c. Menambah makanan lebih menarik

d. Diperlukan dalam proses pengolahan bahan makanan

Zat aditif dapat bersifat racun dan merugikan kesehatan apabila penggunaannya tidak sesuai dengan aturan. Kesalahan yang dapat merugikan berasal dari:

a. Zat aditif yang digunakan tidak tepat sesuai fungsinya

b. Pemakaian zat aditif yang over dosis, dan

c. Pemakaian insektisida di rumah dapat mencemari makanan

7. Sekuestran

Sekuestran adalah bahan aditif dalam makanan yang dapat mengikat ion-ion logam yang ada dalam makanan dan membentuk senyawa kompleks. Dengan terikatnya ion-ion tersebut dapat dihambat terjadinya proses oksidasi yang dapat menimbulkan perubahan warna dan aroma. Bahan aditif yang berfungsi sebagai sekuantran ialah asam sitrat, asam fosfat dan garamnya, serta kalsium diantrium EDTA (Ethylene Diamine Tetra Atetic Acid).

8. Anti Oksidan

Minyak dan lemak akan dapat menjadi tengik bila di simpan lama. Ketengikan minyak disebabkan karena oksidasi dari udara. Untuk mencegah ketengikan minyak biasanya digunakan anti oksidan. Contoh anti oksidan adalah asam askorbat (bentuk garam kalium, natrium, dan kalsium) yang digunakan pada daging olahan, kaldu dan buah dalam keemasan kaleng. Butil Hidroksil Anisol (BHA) digunakan untuk lemak dan minyak. Butil Hodroksil Toluene (BHT) digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.

9. Penambah Gizi dan Vitamin

Zat ini adalah bahan aditif dalam makanan yang berupa asam amino, mineral ataupun vitamin. Fungsinya untuk memperbaiki gizi makanan contohnya asam askobat, feri fosfat penyakit tertentu serta pertumbuhan misalnya iodium dan mineral (Ca2+, Mg2+, dan F)

C. Zat Additif dan Dampaknya

World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu : 1) aspek toksikologis, katagori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh, 2) aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan, 3) aspek imunopatologis, keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Dampak negatif zat aditif terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Disamping bahaya dari zat aditif makanan siap saji diatas, bahaya lain yang dihadapi oleh konsumen/pengguna makanan siap saji adalah efek samping bahan pengemas. Unsur-unsur bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan konsumen karena terdapatnya zat plastik berbahaya seperti PVC yang dapat menghambat produksi hormon testosteron (Atterwill dan Flack, 1992) kemasan kaleng disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker (Media Indonesia, 2003), dan styrofoam bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik (Kompas, 2003).

Zat aditif ini sama sekali tidak mengandung nilai gizi kepada yang mengkonsumsinya. Dalam jumlah yang tidak terlalu berlebihan zat aditif ini tidak berbahaya, akan tetapi jikalau telah melebihi dari standar yang normal maka sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Misalnya dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker, gangguan fungsi ginjal, hati, menurunnya fungsi otak yang berakibat makin melemahnya daya ingat seseorang, dan efek-efek negatif lain yang dapat mengganggu kesehatan.

Zat aditif

Contoh

Keterangan

Pewarna

Daun pandan (hijau), kunyit (kuning), buah coklat (coklat), wortel (orange)

Pewarna alami

Sunsetyellow FCF (orange), Carmoisine (Merah), Brilliant Blue FCF (biru), Tartrazine (kuning), dll

Pewarna sintesis

Pengawet

Natrium benzoat, Natrium Nitrat, Asam Sitrat, Asam Sorbat, Formalin

Terlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit

Penyedap

Pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar

Penyedap alami

Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa), asam cuka, benzaldehida, amil asetat, dll

Penyedap sintesis

Antioksidan

Butil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluena (BHT), tokoferol

Mencegah Ketengikan

Pemutih

Hidrogen peroksida, oksida klor, benzoil peroksida, natrium hipoklorit

-

Pemanis bukan gula

Sakarin, Dulsin, Siklamat

Baik dikonsumsi penderita diabetes, Khusus siklamat bersifat karsinogen

Pengatur keasaman

Aluminium amonium/kalium/natrium sulfat, asam laktat

Menjadi lebih asam, lebih basa, atau menetralkan makanan

Anti Gumpal

Aluminium silikat, kalsium silikat, magnesium karbonat, magnesium oksida

Ditambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk

D. Manfaat Zat Additif

Zat Additif berfungsi untuk mengawetkan makanan, menambah rasa dan aroma, dan mempermudah proses pembuatan makanan ataupun minuman, sebagai bahan yang dapat memperpanjang masa simpan produk serta untuk memperoleh mutu sensoris (citarasa,warna,dan tekstur), mencegah pengerasan, memperbaiki tekstur, membantu mempermudah dan memperlancar proses produksi serta pengolahannya dalam industri. Penggunaan zat aditif pada makanan tidak boleh dilakukan jika bertujuan untuk menipu konsumen atau untuk menutupi/menyembunyikan kerusakan dari makanan.

E. Keuntungan dan Kerugian Zat Additif

Keuntungan penggunaan zat aditif ini antara lain:

  • Praktis karena tersedia dalam kemasan,lebih murah, lebih mudah disimpan dan mudah diperoleh.
  • Dengan adanya pengawet, makanan dan minuman menjadi lebih tahan lama.
  • Makanan atau minuman dengan warna yang bermacam-macam dan aroma yang sedap sangat menarik atau merangsang nafsu makan.
  • Penggunaan pemanis bukan gula sangat menguntungkan/dibutuhkan penderita diabetes, juga bagi yang diet.

Selain keuntungan-keuntungan tersebut, zat aditif juga memiliki beberapa kerugian, antara lain:

  • Mengurangi daya tubuh terhadap berbagai serangan penyakit.
  • Di pasaran masih banyak terdapat pewarna untuk tekstil yang digunakan sebagai pewarna makana, misalnya: auramin, magenta, rhodanin B. Pewarna ini sangat berbahaya karena akan terakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan pada ginjal, kandung kemih, dan kanker. Sedangkan pada anak usia balita, kelebihan pewarna makanan (yang diizinkan DepKes) dapat menyebabkan diare (umumnya terdapat dalam gula-gula).
  • Pemanis bukan gula dapat menyebabkan iritasi /radang tenggorokan. Garam siklamat yang bersifat karsinogen dapat menyebabkan kanker.
  • Penggunaan MSG (Mono Sodium Glutamat) yang berlebihan dapat menimbulkan gejala Chinese Restaurant syndrome, yaitu gejala adanya rasa haus, letih atau sakit kepala.
  • Jika boraks termakan dalam kadar tertentu, dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan, di antaranya:
    a. gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit;
    b. gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat;
    c. terjadinya komplikasi pada otak dan hati; dan
    d. menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3–6 gram.

Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif

Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat di upayakan dengan beberapa cara antara lain :

1. Secara Internal

Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta mengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranya adalah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.

Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah

2. Secara Eksternal

Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan

Pemerintah; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.

Non-pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen.


Contoh-contoh makanan dan minuman yang mengandung zat additif:

, dan lain-lain.


*diambil dari berbagai sumber, semoga dapat bermanfaat...

Pagi, siang, dan senja

Mata yang samar disapa dingin yang menjalar Pagiku menunggu di gagang pintu Kusambut bersama jenuh Belum senjaku datang, keluh menghadan...