Manfaat dan Dampak
- Skandium (Sc): digunakan sebagai komponen pada lampu berintensitas tinggi, bahan pembentuk gelatin hidroksida yang bersifat atmosfer. Skandium tidak beracun, namun perlu berhati-hati karena beberapa senyawa scandium mungkin bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada liver jika terakumulasi dalam tubuh. Bersama dengan hewan air, Sc dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan sistem syaraf.
- Titanium (Ti): dimanfaatkan untuk membuat pemutih dan pengilap kertas, pigmen putih dalam cat; kramik; kosmetik; kaca; plastik. titanium dioksida ini dapat menjauhkan bakteri, baik bakteri medik seperti MRSA dan Pseudomonas, maupun bakteri makanan seperti Staphylococcus aureus, Colon bacillus, Salmonella, dan Listeria monocytogenes.
- Vanadium (V): dimanfaatkan untuk pembuatan peralatan teknik yang tahan getaran. Misal: pegas, per mobil, pesawat terbang, dan kereta api.
- Krom (Cr): dimanfaatkan untuk melapisi logam lain agar tahan karat, sebagai bahan dasar dalam industri baja. Daya racun yang dimiliki akan bekerjasebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi,logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagimanusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan
- Mangan (Mn): dimanfaatkan pada industri baja sebagai campuran mangan dengan besi disebut feromangan. Feromangan digunakan sebagai bahan pembuat mesin dan alat berat. Selain itu, mangan dalam bentuk senyawa MnO2 digunakan pada baterai kering. Mangan dapat bersifat karsinogenik.
- Besi (Fe): digunakan sebagai perangkat elektronik, memori komputer, dan pita rekam. Besi juga selalu dipadukan dengan logam lain membentuk aliase.
- Kobalt (Co): dimanfaatkan untuk membuat paduan logam, pembuatan mesin jet, mesin turbin, dan peralatan tahan panas. Isotop radioaktif kobalt berguna dalam pengobatan kanker, ion Co2+ dalam bentuk larutan digunakan sebagai bahan tinta yang tidak berwarna. Pada kertas yang mengandung ion Co2+ digunakan untuk mendeteksi perubahan cuaca.
- Nikel (Ni): digunakan untuk melapisi logam agar tahan karat, sebagai katalis dalam reaksi reduksi senyawa hidrokarbon. Uap dan debu nikel sulfida beresiko karsinogenik.
- Tembaga (Cu): digunakan sebagai kabel listrik (alat-alat elektronik). Pada pembuatan kerajinan, dibuat paduan logam seperti kuningan, perunggu, monel, alniko.
- Seng (Zn): digunakan sebagai pelapis besi agar tahan karat, paduan logam, zat antioksidan pada pembuatan ban mobil, bahan pembuat cat putih dan bahan untuk melapisi tabung gambar televisi. Lembaran seng dapat dimanfaatkan sebagai atap bangunan.
Cara Pembuatan
- Skandium (Sc): dibuat dengan elektrolisis cairan ScCl3 yang dicampurkan dengan klorida-klorida lain.
- Titanium (Ti): Salah satu metode yang digunakan dalam proses pembuatan titanium adalah Metode Kroll yang banyak menggunakan klor dan karbon. Hasil reaksinya adalah titanium tetraklorida yang kemudian dipisahkan dengan besi triklorida dengan menggunakan proses distilasi. Senyawa titanium tetraklorida, kemudian direduksi oleh magnesium menjadi logam murni. Udara dikeluarkan agar logam yang dihasilkan tidak dikotori oleh unsur oksigen dan nitrogen. Sisa reaksi adalah antara magnesium dan magnesium diklorida yang kemudian dikeluarkan dari hasil reaksi menggunakan air dan asam klorida sehingga meninggalkan spons titanium. Spon ini akan mencair dibawah tekanan helium atau argon yang pada akhirnya membeku dan membentuk batangan titanium murni.
- Vanadium (V): frevonadium (logam campuran dengan besi) dihasilkan dari reduksi V2O5 dengan campuran silikon (Si) dan besi (Fe), reaksinya:
2V2O5(s)
+ 5 Si(s) + Fe(s) 4V(s) + Fe(s) + 5 SiO2(s)
Senyawa SiO2 ditambah
dengan CaO menghasilkan suatu terak yaitu bahan yang dihasilkan selama
pemurnian logam.
- Krom (Cr): logam krom dibuat menurut proses goldschmidt dengan jalan mereduksi Cr2O3 dengan logam aluminium. Reaksinya:
Cr2O3 (s) +
2Al(s) Al2O3(s) + 2Cr(s)
- Mangan (Mn): pembuatan feromangan dilakukan dengan mereduksi MnO2 dengan campuran besi oksida dan karbon. Reaksinya:
MnO2 + Fe2O3 + 5C
Mn + 2Fe + 5CO
- Besi (Fe): proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur tinggi. Prinsip kerjanya dengan mereduksi oksida besi dengan gas karbon monoksida.
- Kobalt (Co): Unsur cobalt diproduksi ketika hidroksida hujan, akan timbul hipoklorit sodium ( NaOCl) . Berikut reaksinya :
2Co2+(aq) + NaOCl(aq) +
4OH-(aq) + H2O 2Co(OH)3(s) + NaCl(aq)
Trihydroxide Co(OH)3
yang dihasilkan kemudian dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian
ditambah dengan karbon sehingga terbentuklah unsur kobalt metal. Berikut
reaksinya
2Co(OH)3 (heat) Co2O3
+ 3H2O
2Co2O3 + 3C
4Co(s) + 3CO2(g)
- Tembaga (Cu): proses pengolahan tembaga diawali dengan pemanggangan kalkopirit (CuFeS2) atau bijih tembaga lain. Hasil pemanggangan dioksidasi dalam oksigen. Tembaga yang dihasilkan dimurnikan secara elektrolisis dan flotasi (proses pemisahan yang digunakan untuk menghasilkan konsentrat tembaga-emas).
- Seng (Zn): pembuatan logam seng dilakukan dengan pemanggangan seng sulfida (ZnS) kemudian oksida seng direduksi dengan karbon pijar.
Ion Kompleks dan Tata Nama
Unsur transisi dapat membentuk ion kompleks karena memiliki
orbital-orbital yang masih kosong. Ion kompleks merupakan gabungan antara atom
pusat dengan molekul atau ion-ion lain yang disebut ligan. Ion logam transisi
bertindak sebagai atom pusat. Ion logam transisi menyediakan orbital-orbital
kosong, sedangkan molekul netral atau ligan akan menyediakan pasangan elektron
untuk mengisi orbital-orbital kosong yang tersedia. Ligan-ligan tersebut akan
berikatan dengan atom pusat melalui ikatan kovalen koordinasi.
contoh
pembentukan ion kompleks:
Cu+ +
4CN- [Cu(CN4)]2-
(ion
logam (ligan) ion kompleks
transisi) tetrasiano kuprat (II)
Kereaktifan
dan kelarutan unsur-unsur transisi periode 4:
|
Ti
|
V
|
Cr
|
Mn
|
Fe
|
Co
|
Ni
|
Cu
|
|
|
Kelarutan dalam asam
|
HCl panas, HF
|
HNO3, HF, H2SO4 (p)
|
HCl encer, H2SO4
|
HCl encer, H2SO4
|
HCl encer, H2SO4
|
HCl encer
|
HCl encer, H2SO4
|
HNO3, H2SO4
|
|
Kereaktifan
|
Tahan korosi
|
Tahan korosi
|
Tahan korosi
|
reaktif
|
reaktif
|
Tahan korosi
|
Tahan korosi
|
-
|
Senyawa kompleks adalah senyawa yang mengandung ion
kompleks. Ion kompleks tersebut dapat bertindak sebagai kation maupun anion.
Berikut
ini adalah beberapa aturan yang berlaku dalam penamaan suatu ion
kompleks maupun senyawa kompleks :
1.
Penamaan kation mendahului anion; sama seperti
penamaan senyawa ionik pada umumnya.
2.
Dalam ion kompleks,
nama ligan disusun menurut urutan abjad, kemudian dilanjutkan dengan
nama kation logam transisi.
3.
Nama ligan yang sering terlibat dalam
pembentukan ion kompleks dapat dilihat pada Tabel Nama Ligan.
4.
Ketika beberapa ligan sejenis terdapat
dalam ion kompleks, digunakan awalan di-, tri-, tetra-, penta-,
heksa-, dan sebagainya.
5.
Bilangan oksidasi kation logam
transisi dinyatakan dalam bilangan Romawi.
6.
Ketika ion kompleks bermuatan negatif,
nama kation logam transisi diberi akhiran –at. Nama kation
logam transisi pada ion kompleks bermuatan negatif dapat dilihat
pada Tabel Nama Kation pada Anion Kompleks.
Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan
nama maupun rumus kimia dari berbagai senyawa kompleks :
1. Ni(CO)4
Bilangan
koordinasi = 4
Muatan
ion kompleks = 0
Muatan
ligan = 0
Muatan
kation logam transisi = 0
Nama
senyawa = tetrakarbonil nikel (0) atau nikel tetrakarbonil
2. NaAuF4
Terdiri
dari kation sederhana (Na+) dan anion kompleks (AuF4-)
Bilangan
koordinasi = 4
Muatan
anion kompleks = -1
Muatan
ligan = -1 x 4 = -4
Muatan
kation logam transisi = +3
Nama
senyawa = natrium tetrafluoro aurat (III)
3. K3[Fe(CN)6]
Terdiri
dari kation sederhana (3 ion K+) dan anion kompleks ([Fe(CN)6]-3)
Bilangan
koordinasi = 6
Muatan
anion kompleks = -3
Muatan
ligan = -1 x 6 = -6
Muatan
kation logam transisi = +3
Nama
senyawa = kalium heksasiano ferrat (III) atau kalium
ferrisianida
4. [Cr(en)3]Cl3
Terdiri
dari kation kompleks ([Cr(en)3]3+) dan anion sederhana (3
ion Cl-)
Bilangan
koordinasi = 3 x 2 (bidentat) = 6
Muatan
kation kompleks = +3
Muatan
ligan = 3 x 0 = 0
Muatan
kation logam transisi = +3
Nama
senyawa = tris-(etilendiamin) kromium (III) klorida
5. Pentaamin kloro kobalt (III) klorida
Terdapat
5 NH3, satu Cl-, satu Co3+, dan ion Cl-
Muatan
kation kompleks = (5 x 0) + (1 x -1) + (1 x +3) = +2
Untuk
membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan dua ion Cl-
Rumus
senyawa kompleks = [Co(NH3)5Cl]Cl2
6. Dikloro bis-(etilendiamin) platinum (IV) nitrat
Terdapat
2 Cl-, 2 en, satu Pt4+, dan ion NO3-
Muatan
kation kompleks = (2 x -1) + (2 x 0) + (1 x +4) = +2
Untuk
membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan dua ion NO3-
Rumus
senyawa kompleks = [Pt(en)2Cl2](NO3)2
7. Natrium heksanitro kobaltat (III)
Terdapat
6 NO2-, satu Co3+, dan ion Na+
Muatan
anion kompleks = (6 x -1) + (1 x +3) = -3
Untuk
membentuk senyawa kompleks, dibutuhkan tiga ion Na+
Rumus
senyawa kompleks = Na3[Co(NO2)6]
8. Tris-(etilendiamin) kobalt (III) sulfat
Terdapat
3 en, satu Co3+, dan ion SO42-
Muatan
kation kompleks = (3 x 0) + (1 x +3) = +3
Untuk
membentuk senyawa kompleks, dua kation kompleks membutuhkan tiga ion SO42-
Rumus
senyawa kompleks = ([Co(en)3])2(SO4)3