BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Sistem reproduksi
adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari ovarium,
uterus dan bagian alat kelamin lainnya. Reproduksi atau perkembangbiakan
merupakan bagian dari ilmu faal (fisiologi). Reproduksi secara fisiologis tidak
vital bagi kehidupan individual dan meskipun siklus reproduksi suatu manusia
berhenti, manusia tersebut masih dapat bertahan hidup, sebagai contoh manusia
yang dilakukan tubektomi pada organ reproduksinya atau mencapai menopause tidak
akan mati. Pada umumnya reproduksi baru dapat berlangsung setelah manusia
tersebut mencapai masa pubertas atau dewasa kelamin, dan hal ini diatur oleh
kelenjar-kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkan dalam tubuh manusia.
Reproduksi juga merupakan
bagian dari proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu
generasi. Untuk kehidupan makhluk hidup reproduksi tidak bersifat vital artinya
tanpa adanya proses reproduksi makhluk hidup tidak mati. Akan tetapi bila
makhluk tidup tidak dapat bereproduksi maka kelangsungan generasi makhluk hidup
tersebut terancam dan punah, karena tidak dapat dihasilkan keturunan (anak)
yang merupakan sarana untuk melanjutkan generasi.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan anatomi fisiologi sistem reproduksi perempuan?
2. Bagaimana
anatomi sistem reproduksi perempuan?
3. Bagaimana
fisiologi sistem reproduksi perempuan?
4. Apa
yang dimaksud siklus menstruasi?
5. Bagaimana
siklus menstruasi terjadi?
C.
Tujuan
Makalah
Sejalan
dengan rumusan di atas, makalah ini disusun untuk mengetahui dan
mendeskripsikan:
1. pengertian
anatomi fisiologi sistem reproduksi perempuan;
2. anatomi
sistem reproduksi perempuan;
3. fisiologi
sistem reproduksi perempuan;
4. pengertian
siklus menstruasi;
5. proses
terjadinya menstruasi.
D.
Kegunaan
Makalah
Penyusunan
makalah ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis.
Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan pengetahuan mengenai
reproduksi wanita. Secara praktis makalah ini berguna bagi:
1. penulis,
sebagai wahana penambah pengetahuan dan keilmuan di bidang kebidanan khususnya
tentang anatomi fisiologi system reproduksi wanita dan siklus menstruasi;
2. pembaca
/ dosen, sebagai media informasi dalam pembuatan makalah.
E.
Metode
Penelitian
Makalah
ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Meode yang digunakan
adalah metode studi literatur. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan
dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui
kegiatan membaca berbagai literatur yang relevan dengan tema makalah. Data
tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan meneksposisikan
data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi Perempuan
Berasal
dari bahasa latin, yaitu: Anatomi; Ana=
bagian, memisahkan, Tomi (tomie) = Tomneinei = iris, potong. Fisiologi: Fisis
(Phisys) = alam atau cara kerja, Logos (logi) = ilmu pengetahuan. Jadi anatomi
dan fisiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang susunan
atau potongan tubuh dan bagaimana alat tubuh itu bekerja.
Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem
reproduksi pada suatu organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada perempuan berpusat di ovarium.
Jadi anatomi
fisiologi sistem reproduksi perempuan merupakan ilmu pengetahuan
yang mempelajari tentang susunan suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak.
B.
Anatomi
Sistem Reproduksi Perempuan
Genetalia
Eksterna & Genetalia Interna
1. Mons
Veneris
Daerah yang menggunung di atas simfisis, yang akan ditumbuhi
rambut kemaluan (pubis) apabila wanita berangkat dewasa. Rambut ini membentuk
sudut lengkung (pada wanita) sedang pria membentuk sudut runcing ke atas.
2. Labia
Mayora (bibir besar)
Berada pada kanan dan kiri, berbentuk lonjong, yang pada
wanita menjelang dewasa di tumbuhi rambut lanjutan dari mons veneris.bertemunya
labia mayor membentuk komisura posterior
3. Labia
Minora (bibir Kecil)
Bagian dalam dari bibir besar yang berwarna merah jambu.
Merupakan suatu lipatan kanan dan kiri bertemu diatas preputium klitoridis dan
dibawah klitoris. Bagian belakang kedua lipatan setelah mengelilingi orifisium
vagina bersatu disebut faurchet (hanya nampak pada wanita yang belum pernah
melahirkan).
4. Klitoris
(kelentit)
Identik dengan penis pria, kira-kira sebesar kacang hijau
sampai cabe rawit dan ditutupi frenulum klitorodis. Glans klitoris berisi
jaringan yang dapat berereksi, sifatnya amat sensitif karena banyak memiliki
serabut saraf.
5. Vestibulum
Merupakan rongga yang sebelah lateral dibatasi oleh kedua
labia minora, anterior oleh klitoris dan dorsal oleh faurchet. Pada vestibulum
juga bermuara uretra dan 2 buah kelenjar skene dan 2 buah kelenjar bartholin,
yang mana kelenjar ini akan mengeluarkan sekret pada waktu koitus. Introitus
vagina juga terdapat disini.
6. Hymen
(selaput dara)
Merupakan selaput yang menutupi introitus vagina, biasanya
berlubang membentuk semilunaris, anularis, tapisan, septata, atau fimbria. Bila
tidak berlubang disebut atresia himenalis atau hymen imperforata. Hymen akan
robek pada koitus apalagi setelah bersalin (hymen ini disebut karunkulae
mirtiformis). Lubang-lubang pada hymen berfungsi untuk tempat keluarnya sekret
dan darah haid.
7. Perineum
Terletak diantara vulva dan anus, panjang sekitar 4 cm.
8. Vulva
Bagian dari alat kandungan yang berbentuk lonjong, berukuran
panjang mulai dari klitoris, kanan kiri
diatas bibir kecil, sampai ke belakang di batasi perineum.
Merupakan
alat kelamin yang tidak dapat dilihat dari luar, terletak disebelah dalam dan
hanya dapat dilihat dengan alat khusus atau dengan pembedahan.
1. Vagina
(liang sanggama)
Adalah liang atau saluran yang menghubungkan vulva dan
rahim, terletak diantara kandung kencing dan rectum. Dinding depan vagina
panjangnya 7-9 cm dan dinding belakang 9-11 cm. dinding vagina berlipat-lipat
yang berjalan sirkuler dan disebut rugae, sedangkan ditengahnya ada bagian yang
lebih keras disebut kolumna rugarum. Dinding vagina terdiri dari 3 lapisan
yaitu : lapisan mukosa yang merupakan kulit, lapisan otot dan lapisan jaringan
ikat. Berbatasan dengan serviks membentuk ruangan lengkung, antara lain forniks
lateral kanan kiri, forniks anterior dan posterior. Bagian dari serviks yang
menonjol ke dalam vagina disebut portio. Suplai darah vagina diperoleh dari
arteria uterina, arteria vesikalis inferior, arteria hemoroidalis mediana san
arteria pudendus interna. Fungsi penting vagina adalah :
- saluran keluar untuk mengalirkan
darah haid dan sekret lain dari rahim
- alat untuk bersenggama
- jalan lahir pada waktu bersalin
Gambar
2
2. Uterus
(rahim)
Adalah suatu struktur otot yang cukup kuat, bagian luarnya
ditutupi oleh peritoneum, sedangkan rongga dalamnya dilapisi oleh mukosa rahim.
Dalam keadaan tidak hamil, rahim terletak dalam rongga panggul kecil diantara
kandung kencing dan rektum. Bentuknya seperti bola lampu yang gepeng atau buah
alpukat yang terdiri dari 3 bagian yaitu :
-
badan rahim (korpus uteri) berbentuk
segitiga
- leher rahim (serviks uteri) berbentuk silinder
-
rongga rahim (kavum uteri)
Bagian rahim antara kedua pangkal tuba disebut fundus uteri,
merupakan bagian proksimal rahim. Besarnya rhim berbeda-beda, tergantung pda
usia dan pernah melahirkan anak atau belum. Ukurannya kira-kira sebesar telur
ayam kampung. Pada nulipara ukurannya 5,5-8 cm x 3,4-4 cm x 2-2,5 cm, multipara
9-9,5 cm x 5,5-6 cm x 3- 3,5 cm. Beratnya 40-50 gram pada nulipara dan
60-70 gram pada multipara. Serviks uteri terbagi 2 bagian yaitu pars
supravaginal dan pars vaginal (portio) saluran yang menghubungkan orifisium
uteri interna (oui) dan orifisium uteri eksterna (oue) disebut kanalis
servikalis. Bagian rahim antara serviks dan korpus disebut isthmus atau
segmen bawah rahim (SBR), bagian ini penting dalam kehamilan dan persalinan
karena akan mengalami peregangan.
Dinding rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu :
-
lapisan serosa (lapisan peritoneum),
di luar
-
lapisan otot (lapisan miometrium)di
tengah
-
lapisan mukosa (endometrium) di
dalam
Dalam siklus menstruasi yang selalu berubah adalah
endometrium.
Sikap dan letak uterus dalam rongga panggul terfiksasi
dengan baik karena disokong dan dipertahankan oleh :
# tonus rahim sendiri
# tekanan intra abdominal
# otot-otot dasar panggul
# ligamentum-ligamentum
Ligamentum-ligamentum uterus a..l
:
a. Ligamentum Latum
Terletak di kanan kiri uterus meluas
sampai dinding rongga panggul dan dasar panggul, seolah-olah menggantung pada
tuba. Ruangan antar kedua lembar dari lipatan ini terisi oleh jaringan yang
longgar disebut parametrium dimana berjalan arteria, vena uterina pembuluh
limpa dan ureter.
b. Ligamentum Rotundum (Ligamentum
Teres Uteri)
Terdapat pada bagian atas lateral
dari uterus, kaudal dari insersi tuba, kedua ligamen ini melelui kanalis inguinalis
kebagian kranial labium mayus. Terdiri dari jaringan otot polos dan jaringan
ikat ligamen. Ligamen ini menahan uterus dalam antefleksi. Pada saat hamil
mengalami hypertrophi dan dapat diraba dengan pemeriksaan luar.
c. Ligamentum Infundibulo Pelvikum ( Ligamen
suspensorium)
Ada 2 buah kiri kanan dari
infundibulum dan ovarium, ligamen ini menggantungkan uterus pada dinding
panggul. Antara sudut tuba dan ovarium terdapat ligamentum ovarii propium.
d. Ligamentum Kardinale ( lateral
pelvic ligament/Mackenrodt’s ligament)
Terdapat
di kiri kanan dari serviks setinggi ostium internum ke dinding panggul. Ligamen
ini membantu mempertahankan uterus tetap pada posisi tengah (menghalangi
pergerakan ke kanan ke kiri) dan mencegah prolap.
e.
Ligamentum
Sakro Uterinum
Terdapat
di kiri kanan dari serviks sebelah belakang ke sakrum mengelilingi rektum.
f.
Ligamentum
Vesiko Uterinum
Dari
uterus ke kandung kencing
Letak Uterus
v Ante dan
retrofleksio uteri
Sumbu
serviks dan sumbu korpus uteri membentuk sudut, jika membuka ke depan disebut :
antefleksio, jika membuka ke belakang disebut : retrofleksio.
v Ante dan
retroversio uteri
Sumbu
vagina dan uterus membentuk sudut, jika membuka ke depan disebut : ante versio,
jika membuka ke belakang disebut : retro versio.
v Positio
Uterus
tidak terletak pada sumbu panggul, bisa lebih ke kiri (sinistro), ke kanan
(dextro), ke depan (antero) dan bisa lebih ke belakang (dorso positio).
v
Torsio
Letak uterus biasanya agak berputar
Pembuluh darah uterus :
Y Arteri uterina
Berasal
dari arteria hypogastrica yang melalui ligamentum latum menuju ke sisi uterus
kira-kira setinggi OUI dan memberi darah pada uterus dan bagian atas
vagina dan mengadakan anastomose dengan arteria ovarica.
Y Arteri ovarica
Berasal dari
aorta masuk ke ligamen latum melalui ligamen infundibulo pelvicum dan memberi
darah pada ovarium, tuba dan fundus uteri.
Darah dari
uterus dialirkan melalui vena uterina dan vena ovarica yang sejalan dengan
arterinya hanya vena ovarica kiri tidak masuk langsung ke dalam vena cava
inferior, tetapi melalui vena renalis sinistra.
Seraf-seraf uterus :
Kontraksi dinding uterus adalah
autonom, uterus dipengaruhi serat-serat saraf sympathis maupun
parasympatis yang menuju ke ganglion cervicale dari Frankenhauser yang terletak
dipangkal ligamen sacro uterinum.
Fungsi utama uterus :
1.
Setiap
bulan berfungsi dalam pengeluaran darah haid dengan adanya perubahan dan
pelepasan dari endometrium
2.
tempat
janin tumbuh dan berkembang
3.
tempat
melekatnya plasenta
4.
pada
kehamilan, persalinan dan nifas mengadakan kontraksi untuk lancarnya persalinan
dan kembalinya uterus pada saat involusi.
3. Tuba
Falopii (saluran telur)
Tuba ini terdapat pada tepi atas
lig. Latum, berjalan ke arah lateral, mulai dari kornu uteri kanan kiri.
Panjangnya "12 cm, diameter 3-8 cm.
Tuba ini dibagi 4 bagian :
YPars interstisialis (intramuralis)
Bagian tuba yang berjalan dalam dinding uterus mulai dari
ostium tuba.
YPars ismika
Bagian
tuba setelah keluar dari dinding uterusa, merupakan bagian tuba yang lurus dan
sempit.
YPars ampullaris
Bagian
tuba antara pars ismika dan infundibulum merupakan bagian tuba yang paling
lebar dan berbentuk S, disini biasanya terjadi konsepsi.
Y Infundibulum
Merupakan
ujung dari tuba dengan umbai-umbai yang disebut fimbriae, lubangnya disebut
ostium abdominale tuba.
Fungsi
tuba yaitu untuk menangkap, membawa ovum yang dilepas ovarium ke jurusan cavum
uteri, serta tempat terjadinya konsepsi.
4. Ovarium
(indung telur)
Ovarium ada 2, kanan dan kiri, dihubungkan dengan uterus
oleh ligamen ovarii propium dan dihubungkan dengan dinding panggul dengan
perantara ligamen infundibulo pelvicum, disini terdapat pembuluh darah untuk
ovarium.
- Ukuran ovarium:2,5-5 cm x 1,5-3 cm x 0.9-1,5 cm dan beratnya
4-5 gram.
- Terletak pada dinding lateral panggul dalam sebuah lekuk
yang disebut fossa ovarica Waldeyeri.
- Ovarium terdiri dari bagian luar (korteks) dan bagian dalam
(medulla). Pada korteks terdapat folikel-folikel primordial kira-kira 100.000
setiap bulan satu folikel akan matang dan keluar, kadang keluar 2 sekaligus
secara bersamaan, folikel primer ini akan menjadi folikel de graaf. Pada
medulla terdapat pembuluh darah, urat saraf, dan pembuluh lympha. Fungsi
ovarium adalah:
1. mengeluarkan hormon estrogen dan progesterone,
2. mengeluarkan telur setiap bulan.
5. Parametium
Jaringan ikat yang terdapat diantara kedua lembar ligamentum
latum disebut parametrium. Parametrium ini dibatasi oleh :
§ Bagian
atas terdapat tuba falopii dengan mesosalphing
§ Bagian
depan mengandung ligamentum teres uteri
§ Bagian
kaudal berhubungan dengan mesometrium
§ Bagian
belakang terdapat ligamentum ovarii propium
Ke samping berjalan ligamentum suspensorium ovarii. Pada
parametrium ini terdapat uretra kanan dan kiri dan pembuluh darah arteria
uterina.
Pertumbuhan
alat genetalia wanita berasal dari duktus Muller (tuba falopii, uterus, vagian
bagian atas) dan kloaka (vagina bagian bawah, hymen, kandung kemih, anus).
Panggul
Panggul yang dikenal penting dalam
ilmu kebidanan adalah panggul kecil (pelvis minor) yang merupakan wadah alat
kandungan dan menentukan bentuk jalan lahir. Sedangkan panggul besar (pelvis
mayor) berfungsi mendukung isi perut dan bisa menggambarkan keadaan panggul kecil.
Panggul wanita terdiri dari :
I. Bagian keras yang dibentuk oleh 4
buah tulang:
·
2 tulang pangkal paha (os coxae)
·
1 tulang kelangkang (os sacrum)
·
1 tulang tungging (os coccygis)
II. Bagian lunak : diafragma pelvis,
dibentuk oleh :
o Pars muskularis levator ani
o Pars membranasea
o Regio perineum
I. Bagian Panggul Yang Keras:
Tulang
pangkal paha terdiri atas 3 tulang yang
berhubungan satu sama lain pada acetabulum (cawan untuk kepala tulang
paha;caput femuralis) yaitu:
Y Tulang usus (os ilium)
Merupakan tulang terbesar dari panggul dan membentuk
bagian atas dan belakang dari panggul.
Y Tulang duduk (os ischium)
Terdapat sebelah bawah dari tulang usus, pinggir belakang
berduri ialah spina ischiadica, pinggir bawah tulang duduk sangat tebal,
bagian inilah yang mendukung berat badan kalau kita duduk yang disebut tuber
ischiadicum.
Y Tulang kemaluan (os pubis)
Terletak dibawah dan depan dari tulang usus. Dengan tulang
duduk tulang ini membatasi sebuah lubang dalam tulang panggul yang disebut foramen
obturatorium, tangkai tulang kemaluan yang berhubungan dengan tulang usus
disebut ramus superior ossis pubis, sedang yang behubungan dengan tulang
duduk disebut ramus inferior ossis pubis. Ramus kiri kanan membentuk
arcus pubis. Sedang hubungan antara kanan dan kiri disebut symphisis.
Y Tulang kelangkang
Tulang ini berbentuk segitiga dengan lebar di bagian atas
dan mengecil di bagian bawah. Tulang ini terletak diantara kedua tulang pangkal
paha yang terdiri dari dan mempunyai ciri :
F
Terdiri dari 5 ruas tulang yang
berhubungan erat.
F
Permukaan depan licin dengan
lengkungan dari atas ke bawah dan dari kanan maupun kiri.
F
Di kanan dan kiri, garis tengah
terdapat lubang yang akan dilalui saraf : foramina sacralia anterior.
F
Tulang kelangkang berhubungan dengan
tulang pinggang ruas ke-5
F
Tulang kelangkang yang paling atas
mempunyai tonjolan besar ke depan disebut promontorium.
F
Ke samping tulang kelangkang
berhubungan dengan tulang pangkal paha melalui artikulasio sacro-iliaca.
F
Ke bawah tulang kelangakng
berhubungan dengan tulang tungging.
Y Tulang tungging
Bentuk segitiga dan terdiri 3-5 ruas yang bersatu. Pada
waktu persalinan ujung tulang ini dapat ditolak sedikit ke belakang sehingga
ukuran panggul bertambah besar.
II. Bagian Panggul Yang Lunak
Yang membentuk dasar panggul disebut diafragma pelvis yang
dibentuk oleh :
1.
Pars
muskularis levator ani yang terdiri dari :
vMuskulus pubococcygeus dari ossis pubis ke septum
anococcygeum
vMuskulus iliococcygeus, dari arkus
tendineus muskulus levator ani ke os coccygeus dan septum anococcygeum
vMuskulus ischiococcygeus dari spina ischiadica ke pinggir os
sacrum dan os coccygis
2.
Pars
membranasea
a. Hiatus urogenitalis
¨Terletak antara ke dua muskulus
pubococcygeus
¨Berbentuk segitiga
b. Diafragma urogenitalis
Y Menutupi hiatus urogenitalis
Y Dibagian depannya ditembus oleh
uretra dan vagina.
3.
Regio
perineum
Merupakan bagian permukaan pintu bawah panggul terbagi
menjadi :
a. Bagian anal; (sebelah belakang)
Terdapat
muskulus sfingter ani eksternum yang mengelilingi anus dan liang senggama
bagian bawah.
b. Regio urogenitalis
Terdapat
muskulus ischiokavernosus dan muskulus transversus perinei superfisialis.
Ligamen-ligamen yang penting adalah :
- ligamen sakro-iliaka
-
ligamen sakro-spinosum
-
ligamen sakro-tuberosum
Fungsi umum panggul wanita
1.
Bagian
keras panggul wanita
Panggul
besar untuk menyangga isi abdomen
Panggul
kecil untuk membentuk jalan lahir dan tempat alat genetalia
2.
Bagian
lunak panggul wanita
a. Membentuk lapisan dalam jalan lahir
b. Menyangga alat genetalia agar tetap
dalam posisi yang normal saat hamil maupun saat kala nifas
c. Saat persalinan, berperan dalam
proses kelahiran dan kala uri.
Panggul Kecil (Pelvis Minor)
Panggul kecil dalam ilmu kebidanan
mempunyai arti penting karena merupakan tempat alat reproduksi wanita dan
membentuk jalan lahir. Jalan lahir berbentuk corong dengan luas bidang yang
berbeda-beda sehingga dapat menentukan posisi dan letak terendah janin yang
melalui jalan lahir itu.
Ciri-ciri khas jalan lahir adalah sebagai berikut:
1.
Terdiri
dari 4 bidang
a. Pintu atas panggul
b. Bidang terluas panggul
c. Bidang tersempit panggul
d. Pintu bawah panggul
2.
jalan
lahir merupakan corong yang melengkung ke depan dengan sifat :
«
jalan lahir depan panjangnya 4,5 cm
«
jalan lahir belakang panjangnya 12,5
cm
«
pintu atas panggul menjadi pintu bawah
panggul seolah berputar 90°
« bidang putar pintu atas panggul
menjadi pintu bawah panggul terjadi pada bidang tersempit
«
pintu bawah panggul bukan merupakan
satu bidang, tetapi 2 segitiga dengan dasar pada :
-
segitiga
belakang pangkal (dasar) pada tuber ossis ischii dan ujung belakangnya os
sacrum
-
segitiga
depannya dengan ujung (puncak) pada symphisis pubis.
a.
Pintu atas
panggul
Pintu atas panggul merupakan bulatan oval dengan panjang ke
samping dan di batasi oleh :
¨
Promontorium
¨
Sayap os sacrum
¨
Linea terminalis kanan kiri
¨
Pinggir atas symphisis pubis
Pada pintu atas panggul (PAP) ditentukan 3 ukuran penting,
yaitu ukuran muka belakang (konjugata vera), ukuran melintang (diameter
transversa), dan ukuran serong (diameter obliqua).
Konjugata
Vera
Panjang sekitar 11 cm, tidak dapat diukur secara langsung,
tetapi ukurannya dapat diperhitungkan melalui pengukuran konjugata diagonalis.
Panjang konjugata diagonalis antara promontorium dan tepi bawah symphisis pubis.
Konjugata vera (CV) = CD-1,5 cm. konjugata obstetrika yaitu ukuran antara
promontorium dengan tonjolan symphisis pubis.
Ukuran
Melintang
Jarak antara kedua linea terminalis diambil tegak lurus pada
konjugata vera, ukurannya12,5 cm-13,5 cm.
Ukuran
Obliqua
Jarak antara artikulasio sacro-iliaca menuju tuberkulum
pubikum yang bertentangan. Kedua ukuran ini tidak dapat diukur pada wanita yang
masih hidup. Ukuran normalnya ±13
cm.
b.
Bidang
terluas panggul
Merupakan bidang dengan ukuran-ukuran terbesar. Bidang ini
terbentang antara pertengahan symphisis, pertengahan asetabulum, dan pertemuan
antara ruas kedua dan ketiga tulang kelangkang. Ukuran muka belakang 11,75 cm,
ukuran melintang 12,5 cm.
c.
Bidang
sempit panggul
Bidang ini mempunyai ukuran-ukuran terkecil jalan lahir.
Membentang setinggi tepi bawah symphisis menuju kedua spina ischiadika dan
memotong tulang kelangkang setinggi 1-2 cm diatas ujungnya. Ukuran muka
belakang 11,5 cm dan ukuran melintangnya 10 cm. bidang ini merupakan titik
putar dari PAP menjadi PBP. Kesempitan PBP biasanya disertai kesempitan bidang
sempit panggul
d.
Pintu
bawah panggul
PBP terdiri dari 2 segitiga dengan dasar yang sama
-
Segitiga
depan: dasarnya tuber ossis ischiadica dengan dibatasi arcus pubis
-
Segitiga
belakang: dasarnya tuber ossis ischiadica dengan dibatasi oleh ligamentum
sacrotuberosum kanan dan kiri. Ukuran muka belakang 11,5 cm (tepi bawah
simfisis menuju ujung tulang kelangkang, ukuran melintang 10,5 cm jarak antara
kedua tuber ossis ischiadica kanan kiri, diameter sagitalis posterior 7,5 cm
(ujung tulang kelangkang ke pertengahan ukuran melintang.
Ukuran-Ukuran Panggul :
1.
Distantia
Spinarum
Jarak antara spina iliaka anterior superior kanan dan kiri,
ukuran normal 23-26 cm.
2.
Distantia
Kristarum
Jarak yang terjauh antar krista
iliaka kanan dan kiri 26-29 cm.
3.
Konjugata
Eksterna (Boudeloque)
Jarak antara pinggir atas symphisis dan ujung processus
spinosum ruas tulang lumbal ke V ± 18-20 cm.
4.
Ukuran
Lingkar Panggul
Dari pinggir atas symphisis ke pertengahan antara spina
iliaka anterior superior dan trocanter mayor sepihak dan kembali melalui tempat
yang sama, di pihak yang lain ukurannya ± 80-90 cm.
Inclinatio Pelvis
Adalah sudut antara PAP dengan bidang sejajar pada wanita berdiri sudut ini
sebesar 55°. Besar dan kecilnya bisa
berpengaruh pada proses persalinan.
Sumbu Panggul
Adalah garis yang menghubungkan pusat-pusat dari beberapa
bidang di dalam panggul berupa garis yang lurus dibagian atas sampai suatu
titik sedikit diatas spina ischiadika dan kemudian melengkung ke depan di
daerah PBP.
Bidang Hodge
Adalah bidang khayal untuk
menentukan seberapa jauh bagian depan anak turun ke dalm rongga panggul.
Hodge
I = sama dengan PAP
Hodge
II =
sejajar Hodge I melalui pinggir bawah symphisis
Hodge
III = sejajar Hodge
I melalui spina ischiadika
Hodge
IV = sejajar Hodge I
melalui ujung os coccygis
Bentuk
Panggul
Caldwell-Moloy mengemukakan 4 bentuk dasar panggul yang didasarkan pada bentuk
segmen posterior dan anterior dari PAP yaitu :
1. panggul gynecoid
2. panggul android
3. panggul anthropoid
4. panggul platypelliod
Siklus
Hormonal
Pada seorang wanita tumbuh dan
berkembangnya alat reproduksi sangat dipengaruhi oleh hormon-hormon yang
dihasilkan oleh glandula hypophyse dan ovarium.
Hypophyse anterior menghasilkan 3 hormon :
a.
FSH (Folikel Stimulating Hormon)
FSH dalam jumlah besar ditemukan di urine wanita menopouse,
pada gadis umur 11 th dan jumlah terus bertambah sampai dengan dewasa. FSH
dibentuk oleh sel b
(Basophil) dari lobus anterior Hypophise. Pembentukan FSH ini akan berkurang
pada pembentukan atau pemberian estrogen dalam jumlah cukup, kehamilan.
Pengaruh FSH yaitu dapat menimbulkan beberapa folikel primordial yang dapat
berkembang dalam ovarium menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen (yang
menimbulkan proliferasi pada endometrium).
b. LH (Luteinizing Hormon)
Banyak ditemukan pada wanita menopouse. LH bekerjasama
dengan FSH menyebabkan terjadinya sekresi estrogen dari folikel de graaf, juga
menyebabkan penimbunan substansi dari progesteron dalam sel granulosa. Bila
estrogen dibentuk dalam jumlah cukup besar, maka akan menyebabkan pengurangan
FSH. Sedang produksi LH bertambah sehingga tercapai suatu rasio produksi FSH
& LH yang dapat merangsang terjadinya ovulasi. Corpus luteum berkembang
dibawah pengaruh LH dan memproduki estrogen & progesteron (menyebabkan
kelenjar-kelenjarnya berlekuku-leku dan bersekresi)
c.
Prolaktin (LTH= Luteo Tropic Hormon)
Ditemukan pada wanita yang mengalami menstruasi, terbanyak
pada urine wanita hamil, laktasi dan post menopouse. Dibentuk oleh sel Alpha
(acidophil) dari lobus anterior hypophise. Fungsi hormon ini ialah untuk
memulai dan mempertahankan produksi progesteron dari corpus luteum. Hormon ini
keluarnya juga diatur dan dirangsang oleh pusat hypothalamus yang menghasilkan
gonadotropine releasing faktor dan prolactin inhibitory hormon (PIH) yang
menghambat produksi prolactin.
Hormon-hormon dari ovarium :
a.
Estrogen
Terdiri dari beberapa campuran yaitu oestriol, oestradiol,
oestron. Diproduksi dibawah pengaruh FSH, menjelang granula sel-sel theca
(interna) memperbanyak jumlahnya sampai proses kemunduran dari corpus luteum.
Estrogen menimbulkan proliferasi dari endometrium, pengaruhnya juga lebih luas
karena menyebabkan timbulnya tanda kelamin sekunder seperti tumbuhnya buah
dada, rambut kemaluan, rambut pada ketiak,dll serta menambah kontraktilitas
uterus. Hormon ini digunakan untuk mengatur haid, untuk pengobatan menopouse,
ada kalanya untuk memulai persalinan misalnya kalau janin mati dalam kandungan,
serotinus. Estrogen ini juga berpengaruh pada produksi dari sekresi struktur
epitel vagina, mendorong pertumbuhan dari basil doderlein (untuk keasaman
vagina)
b. Progesteron
Dibentuk oleh corpus luteum setelah terjadi ovulasi dan
plasenta. Seperti estrogen, progesteron dapat diisolir kecuali dari plasenta,
juga dari glandula supra renalis dan darah vena ovarica. Kadar pregnandiol
(metabolit dari progesteron dalam urine). Yang tertinggi dijumpai hari ke 20
& 21 setelah menstruasi dan berkurang sampai 2 hari sebelum menstruasi.
Pengaruh dari hormon ini terutama pada alat-alat reproduksi terutama uterus dan
mammae.
Pengaruh
terhadap uterus :
1. Endometrium akan bersekresi
kelenjarnya, semakin panjang berkelok-kelok seperti cork screw, sehingga tebal,
oedematus, lembut mudah untuk nidasi. Dalam fase ini endometrium terdapat
timbunan glikogen à
untuk makanan telur dan mempertahankan kehamilan.
2. Pengaruh terhadap dinding uterus:
mengurangi kontraksi dinding uterus dan mengurangi pengaruh oksitosin.
3. Pengaruh terhadap mammae :
menyebabkan pertumbuhan dari sel-sel acini dan lobuli glandula mammae, seperti
yang dijumpai pada fase post ovulatoir selama kehamilan.
c.
Relaxin
Hormon ini maksimum jumlahnya pada 38-42 minggu kehamilan,
relaxin ini berpengaruh pada pengenduran panggul, kelembutan serviks, mendorong
uterus untuk berkontraksi.
C.
Fisiologi
Sistem Reproduksi Perempuan
Fisiologi alat reproduksi wanita merupakan sistem yang
kompleks. Pada saat pubertas umur sekitar 13-16 th, dimulai pertumbuhan folikel
primordial ovarium yang mengeluarkan hormon estrogen dan akhirnya terjadi
pengeluaran darah menstruasi pertama yang disebut menarche. Pada usia 17-18 th
menstruasi sudah teratur dengan interval 28-30 hari yang berlangsung ±2-3 hari disertai dengan ovulasi,
sebagai pertanda kematangan alat reproduksi wanita. Sejak saat itu wanita
memasuki masa reproduksi aktif sampai mencapai mati haid pada umur ±50 th.
Kejadian menarche dan menstruasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang
mempunyai sistem tersendiri, yaitu :
1.
Sistem susunan saraf pusat
Semakin
dewasa umur wanita semakin besar pengaruh rangsangan dan emosi terhadap
hypothalamus, sehingga mengeluarkan sekret (cairan) neurohormonal menuju
hypofisis melalui sistem portal, serta mempengaruhi lobus anterior hypofisis.
2.
Sistem hormonal : aksis
hypothalamo-hypofisis-ovarial.
Hambatan
rangsangan panca indera menuju hypothalamus melalui nukleus Amygdale (inhibitor
pubertas) dan rangsang emosi secara langsung pada hypothalamus makin lama makin
berkurang, sehingga mengeluarkan sekret (cairan) neurohormonal menuju hypofisis
melalui sistem portal, serta mempengaruhi lobus hypofisis guna
mengeluarkan : hypofisis gonadotropin dalam bentuk FSH dan LH untuk
selanjutnya mempengaruhi ovarium.
Untuk
dapat saling mempengaruhi maka sistem hypothalamus, hypofisis, dan ovarium
merupakan satu kesatuan. Hypofisis dianggap sebagai mother of gland yang
mampu memberikan rangsangan pada kelenjar dalam tubuh seperti kelenjar thyroid,
suprarenal, paratyriod dan pancreas. Semua kelenjar tsb bersama-sama dapat
menumbuhkan perkembangan tubuh wanita menjadi dewasa.
3.
Perubahan yang terjadi pada ovarium.
Dalam
siklus reproduksi aktif sebanyak 400 buah folikel yang akan mengalami perubahan
dan sebagian besar mengalami obliterasi menjadi korpus albikantes. Rangsang
gonadotropin hypofisis FSH menyebabkan sel granulosa yang berada disekitar
flikel primordial berkembang.
Pertumbuhan
sel granulosa demikian rupa sehingga bagian dalamnya membentuk rongga yang
berisi cairan liquor folliculi yang mengandung hormon estrogen. Ovum
terdesak ke tepi dan disangga ke dinding folikel oleh cumulus oophorus. Ovum dipisahkan
dengan sel granulosa oleh zona pelusida.
Pertumbuhan
dan perkembangan folikel primordial yang semakin besar membentuk folikel de
graaf yang dindingnya menuju dinding ovarium. Pada puncak pertumbuhan folikel
de graaf, permukaannya mengalami nekrobiotik dan devaskularisasi, sehingga
tipis dan bebas dari jaringan ikat dan pembuluh darah. Pengaruh tekanan liquor
folikuli dan LH yang makin meningkat dan berfluktuasi, terjadilah
“ovulasi” yaitu pelepasan ovum ke dalam tuba fallopii.
Proses
penangkapan ovum disebut ovum pick up mechanism. Ovum melanjutkan
perjalanan menuju uterus karena semprotan cairan folikuli, peristaltik tuba,
dan aliran gerakan cairan tuba karena gerakan silianya. Setelah terjadi proses
ovulasi folikel de graaf menjadi korpus rubrum dan selanjutnya korpus
lutum.
4.
Perubahan yang terjadi pada uterus sebagai organ
akhir.
Uterus
dengan lapisan endometriumnya merupakan organ akhir proses siklus menstruasi,
dimana hormon estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhannya. Selama
pertumbuhan dan perkembangan, folikel primordial mengeluarkan hormon estrogen
yang mempengaruhi endometrium ke dalam proses proliferasi sejak akhir
menstruasi sampai terjadi ovulasi.
Korpus
rubrum –yang segera menjadi korpus luteum—mengeluarkan hormon estrogen dan
progesteron yang makin lama makin tinggi kadarnya. Umur korpus luteum sekitar 8
hari dan selanjutnya akan mengalami regresi sehingga pengeluaran hormon
semakinh berkurang dan berhenti, yang berakibat vasokontriksi pembuluh darah
dan segera diikuti vasodilatasi. Situasi demikian menyebabkan pelepasan lapisan
endometrium dalam bentuk serpihan dan perdarahannya disebut menstruasi.
Menstruasi
terjadi dalam 4 fase :
a.
Stadium menstruasi/desquamasi
¨Berlangsung sekitar 3-5 hari
¨Lapisan stratum kompakta dan
spongiosa dilepaskan
¨ Tertinggal lapisan stratum basalis 0,5 mm
¨Jumlah perdarahan sekitar 50 cc,
tanpa terjadi bekuan darah karena mengandung banyak fermen.
¨Bila terdapat gumpalan darah,
menunjukkan perdarahan menstruasi banyak.
b. Stadium regenerasi/post menstrum
Stadium
ini dimulai pada hari ke-4 menstruasi, dimana luka bekas desquamasi endometrium
tertutup kembali oleh epitel selaput lendir endometrium,tebalnya ± 0,5 mm. sel basalis mulai
berkembang, mengalami mitosis dan kelenjar endometrium mulai tumbuh kembali.
c.
Stadium proliferasi/inter menstrum
Stadium
ini lapisan endometrium pertumbuhan kelenjarnya lebih cepat dari jaringan
ikatnya sehingga berkelok-kelok. Lapisan atasnya tempat saluran kelenjar
tampaknya lebih kompak disebut stratum kompakta. Sedang lapisan yang mengandung
kelenjar yang berkelok menjadi lebih longgar disebut stratum spongiosa. Stadium
ini berlangsung sejak hari ke-5 sampai 14, dan tebal endometrium 3,5 cm.
d. Stadium pramenstruasi/sekresi
Stadium
ini endometrium dipengaruhi oleh hormon estrogen dan sejak saat ovulasi korpus
luteum mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi
endometrium ke dalam fase sekresi. Tebal endometrium tetap, hanya kelenjarnya
berkelok-kelok dan mengeluarkan sekret. Disamping itu sel endometrium
mengandung banyak glikogen,kapur, protein, air dan mineral sehingga siap untuk
menerima implantasi dan memberikan nutrisi pada zygot. Berlangsung sejak hari
ke-14 sampai 28.
5.
Rangsang estrogen dan progesteron pada pancaindera,
langsung pada hypothalamus, dan melalui perubahan emosi.
Ovulasi (pengeluaran sel telur)
Ovulasi biasanya terjadi kira-kira
14 hari sebelum menstruasi yang akan datang, dengan kata lain, diantara dua
haid yang berurutan, indung telur akan mengeluarkan ovum, setiap kali satu dari
ovarium kanan dan lain kali dari ovarium kiri. Cara menentukan adanya ovulasi :
« Biopsi
endometrium
« Suhu
basal badan
« Sitologi
vaginal
« Getah
serviks
« pH
getah vagina
« Endoskopi
Setelah ovulasi sel-sel granulosa dari dinding folikel mengalami perubahan dan
mengandung zat warna yang kuning disebut lutein sehingga folikel yang berubah
menjadi butir telur yang kuning disebut korpus luteum yang mengeluarkan hormon
estrogen dan progesteron. Bila terjadi konsepsi korpus luteum menjadi korpus
luteum graviditatum dan bila tak ada konsepsi menjadi korpus luteum
menstruationum.
F Korpus luteum menstruationum
Masa hidup ±
8 hari, setelah itu terjadi degenerasi dan menjadi korpus albikans yang berwarna
putih. Dengan terbentuknya korpus albikans maka pembentukan hormon estrogen dan
progesteron mulai berkurang malahan berhenti sama sekali. Hal ini mengakibatkan
ischemia dan necrose endometrium yang kemudian disusul dengan menstruasi.
F Korpus luteum graviditatum
Bila terjadi konsepsi, sel telur
yang telah dibuahi tersebut berjalan ke kavum uteri dan sesampainya di dalam
kavum uteri menenemkan diri di dalam endometrium atau nidasi. Sel telur yang
telah dibuahi (zygot) mengeluarkan hormon-hormon sehingga korpus albikans tetap
tumbuh menjadi lebih besar dan disebut korpus luteum graviditatum yang tetap
hidup sampai bulan ke-4 kehamilan, setelah itu faalnya digantikan oleh
plasenta. Karena korpus luteum tidak mati, maka progesteron dan estrogen terus
terbentuk, dengan demikian endometrium tidak nekrosis tetapi malah tumbuh
menjadi tebal dan berubah menjadi decidua. Hal inilah yang menyebabkan seorang
wanita tidak haid selama kehamilan berlangsung.
D.
Pengertian
Siklus Menstruasi
Menstruasi atau haid atau datang bulan
adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara
berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau
LH-Progesteron. Periode ini penting dalam hal reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Selain manusia, periode ini hanya
terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang-binatang menyusui lainnya mengalami siklus estrus.
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi
sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita
memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21
hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari,
kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari.
Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga
80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.
Biasanya pada saat menstruasi wanita memakai pembalut untuk menampung darah yang keluar saat
beraktivitas terutama saat tidur agar bokong dan celana tidak basah dan tetap nyaman. Pembalut harus diganti minimal
dua kali sehari untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi pada vagina atau gangguan-gangguan lainnya. Gunakanlah pembalut yang anti-bakteri dan mempunyai siklus udara yang lancar.
E.
Proses
Terjadinya Menstruasi
Umumnya siklus menstruasi terjadi secara
periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai
berikut : Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi
pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH.
Pada saat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang
haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon
estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar
berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis
terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan
memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel de
Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu
di sekitar terjadinya ovulasi
disebut fase estrus.
Selain itu, LH merangsang folikel yang
telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang
berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk
mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat
pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang,
pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam
terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan
terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini disebut fase
perdarahan atau fase menstruasi.
Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan
proses oogenesis kembali.
Gambar 3
Siklus
mentruasi ini melibatkan kompleks hipotalamus-hipofisis-ovarium. Sistem
hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang
dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang
dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang
menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin
Gambar 4
Pada tiap
siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu
endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan
hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah
2. Masa proliferasi dari berhenti darah
menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase
proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk
mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh
kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari
indung telur (disebut ovulasi)
3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa
sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi
pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi
(perlekatan janin ke rahim)
Daur Menstruasi
Masa Subur
Masa
subur adalah masa dimana akan terjadi kehamilan pada saat fertilisasi. Pada
masa itulah, sel telur yang dihasilkan berada dalam keadaan siap untuk dibuahi.
BAB III
SIMPULAN DAN
SARAN
A.
Simpulan
Berdasarkan uraian bab sebelumnya, kami dapat
mengemukakan simpulan sebagai berikut:
1.
anatomi
fisiologi sistem reproduksi perempuan merupakan ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang susunan suatu rangkaian dan interaksi organ
dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak;
2.
menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis
dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon
reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron.
B.
Saran
Penysun
mengetahui bahwa makalah ini sangat jauh dari kata sempurna, oleh karena itu
saran dan kritik dari bapak/ibu guru sangat kami harapkan. Agar makalah ini
bisa lebih baik lagi dan bisa menjadi pembelajaran untuk kami dikemudian hari.
Sekali
lagi kami tunggu saran dan kritiknya. Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Firman. (2009). Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi
Pria dan Wanita. [Online]. Tersedia: http://hendyuuk.blogspot.com/2009/12/anatomi-fisiologi-sistem-reproduksi.html.
[6 April 2013].
Nopiana, Helse. (2011). Anatomi Fisiologi Organ
Reproduksi Wanita. [Online]. Tersedia: http://bidansuper.blogspot.com/2011/02/anatomi-fisiologi-organ-reproduksi.html.
[6 April 2013].
Riani, Intan. (2009). Siklus Menstruasi.
[Online]. Tersedia: http://intanriani.wordpress.com/siklus-menstruasi-pada-wanita/.
[7 April 2013].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar