Rabu, 13 September 2017

Resume: Stratifikasi Sosial, Perubahan Sosial, Sosiologi Kesehatan



Stratitifikasi Sosial (Lapisan Masyarakat)
Merupakan pembedaan posisi seseorang atau suatu kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal. Stratitifkasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hierarkis).
Tipe dalam lapisan sosial
1.      Dapat terjadi dengan sendirinya
2.      Sengaja disusun untuk tujuan bersama
Pedoman untuk meneliti pokok-pokok terjadinya proses lapisan dalam masyarakat:
1.      Sistem pertentangan hanya mempunyai arti khusus pada masyarakat tertentu
2.      Sistem sosial dapat dianalisis dalam arti-arti:
a.       Distribusi hak-hak istimewa yang objektif seperti penghasilan, kekayaan, keselamatan
b.      Sistem pertentangan yg diciptakan masyarakat (prestise dan penghargaan)
c.       Kriteria sistem pertentangan dapat berdasarkan kualitas pribadi, kenggotaan kelompok kerabat tertentu, milik, wewenang/kekuasaan
d.      Lambang-lambang kedudukan seperti tingkah laku, cara berpakaian , perumahan, keanggotaan pada organisasi
e.       Mudah-sukarnya bertukar kedudukan
f.       Solidaritas individu/kelompok sosial yang menduduki kedudukan yang sama dakam sistem sosial masyarakat:
-          Pola-pola interaksi
-          Kesamaan/ketidaksamaan sistem kepercayaan, sikap dan nilai-nilai
-          Kesadaran akan kedudukan masing-masing
-          Aktivitas sebagai organ kolektif
Sifat sistem lapisan sosial dalam masyarakat
1.      Tertutup (closed social stratification), mobilitas terbatas,  dengan jalan keturunan
2.      Terbuka (open social stratification), kemungkinan mobilitas besar
3.      Campuran
Kriteria untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan:
1.      Ukuran kekayaan / materiil
2.      Ukuran kekuasaan
3.      Ukuran kehormatan
4.      Ukuran ilmu pengetahuan
Unsur-unsur baku dalam sistem lapisan sosial masyarakat
1.      Kedudukan, tempat seseorang dalam pola tertentu
a.       Ascribed status: didapatkan tanpa memperhatikan perbedaan rohaniah dan kemampuan, diperoleh karena kelahiran
b.      Achieved status: dicapai dengan usaha, bersifat terbuka dan tergantung kemampuan dalam mengejar serta mencapai tujuannya
c.       Assigned status: kedudukan yang diberikan, misalnya karena jasa kepada masyarakat
2.      Peranan (role), seseorang yg melaksanakan hak dan kewajibannya
a.       Meliputi norma dengan posisi/tempat seseorang dalam masyarakat
b.      Merupakan konsep suatu perihal yang dapat dilakukan individu dalam masyarakat sebagai organisasi
c.       Perilaku individu yang penting bagi struktur sosial

Perubahan sosial
Segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
faktor yang menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial yaitu :
1. Faktor Internal
  • Perubahan Jumlah Penduduk
  • Penemuan Penemuan Baru dalam Masyarakat
  • Konflik
  • Pemberontakan atau Gerakan Revolusi

2. Faktor Eksternal
  • Alam
  • Peperangan
  • Pengaruh dari Masyarakat lain
Ciri-Ciri Perubahan Sosial
a.      Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang (dinamis)
b.      Perubahan pada satu lembaga akan menyebabkan perubahan pada lembaga lainnya.
c.       Perubahan yang cepat (revolusi) dapat menyebabkan disorganisasi dalam kelompok dan bersifat sementara
d.      Perubahan sosial tidak hanya mencakup materiel / spiritualnya saja  tapi mencakup keduanya.
Teori Perubahan Sosial
1. Teori Evolusi, perubahan sosial terjadi karena perubahan pada cara pengorganisasian masyarakat, sistem kerja, pola pemikiran dan perkembangan sosial. Perubahan sosial dalam teori evolusi jarang menimbulkan konflik karena perubahannya berlangsung lambat dan cenderung tidak disadari.
Menurut Soerjono Soekanto terdapat tiga teori utama dalam evolusi :
  • Teori Evolusi Uniliniear, manusia dan masyarakat mengalami perkembangan yang sesuai dengan tahap tahap tertentu
  • Teori Evolusi Universal, perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahapan tertentu yang tetap karena kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.
  • Teori Evolusi Multiliniear, perubahan sosial dapat terjadi dalam beberapa cara, tetapi cara tersebut akan mengarah ke arah yang sama, yaitu membentuk masyrakat yang lebih baik.
2. Teori Konflik, perubahan sosial terbentuk karena adanya konflik dan ketegangan dalam masyarakat. Jika memang perubahan yang dikehendaki berhasil tercapai, maka pada akhirnya masyarakat yang terbentuk akan hidup tanpa pembagian kelas.
3. Teori Fungsionalis, ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan sosial yang sedang berlaku merupakan penyebab utama terjadinya perubahan sosial. Tetapi apabila hanya kelompok minoritas dengan kekuatan kecil yang menginginkan perubahan, maka perubahan tersebut sulit untuk tercapai.
4. Teori Siklus, perubahan sosial ini bagaikan roda yang sedang berputar, artinya perubahan zamam merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh manusia dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun.
Macam-macam Bentuk Perubahan Sosial
1.      Berdasarkan Kecepatan terjadinya
a.       Perubahan Evolusi
b.      Perubahan Revolusi
2.      Berdasarkan Perencanaanya
a.       Perubahan Sosial yang Direncanakan
b.      Perubahan sosial yang Tidak Direncanakan
3.      Berdasarkan Pengaruhnya
a.       Perubahan Sosial yang Berpengaruh Besar
b.      Perubahan Sosial yang Pengaruhnya Kecil

Adapun manfaat mempelajari sosiologi bagi kesehatan adalah sebagai berikut
1.      Mempelajari cara orang meminta pertolongan medis (help-seeking)
2.      Memberikan analisis mengenai hubungan tenaga medis dan klien
3.      Mengetahui latar belakang sosial-ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan layanan kesehatan
4.      Menganalisis faktor-faktor sosial dalam hubungannya dengan etiologi penyakit
5.      Analisis sosiologis mengenai masalah sosial mengenai sakit, cacat fisik, dan sejenisnya yang merupakan fakta sosial.

Dalam sosologi kesehatan dikenal beberapa istilah yang menunjukan sumbangan atauperan sosiologi pada bidang kesehatan yaitu :
1.      Sosiology in medicine, sosiologi yang bekerjasama secara langsung dengan dokter dan staf kesehatan lainnya di dalam mempelajari faktor sosial yang relevan dengan terjadinya gangguan kesehatan ataupun sosiolog berusaha berhubungan langsung dengan perawatan pasien atau untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat.
2.      Sosiology of medicine, berhubungan dengan organisasi, nilai, kepercayaan terhadap praktek kedokteran sebagai bentuk dari perilaku manusia yang berada dalam lingkup pelayanan kesehatan, sumber daya manusia untuk  membangun kesehatan dan  pelatihan bagi petugas kesehatan.
3.      Sosiology for medicine, berhubungan dengan strategi metodologi yang dikembangkan sosiologi untuk kepentingan bidang pelayanan kesehatan. Peran ini juga meliputi prosedur sistematis multivariate serta analisis faktordan analisis jaringan yang biasa digunakan para sosiolog dalam mengumpulkandata atau menjelaskan hasil penelitian.
4.      Sosiology from medicine, nenganalisis lingkungan kedokteran dari perspektif social.
5.      Sosiology at medicine, merupakan bagian yang lebih banyak mengamati orientasi politik dan ideologi yang berhubungan dengan kesehatan
6.      Sociology around medicine, menunjukkan bagaimana sosiologi menjadi bagian atau berinteraksi dengan ilmulain seperti anthropologi, ekonomi, etnologi, filosofi hukum maupun bahasa.

Referensi:
1.      Soekanto, Soerjono. 2013. Sosiologi Suatu Pengantar, ed. Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.
2.      Ahablog. 2012. Perubahan Sosial : Pengertian, Ciri, Bentuk, Faktor, Teori. [Online]. Tersedia: http://www.ilmudasar.com/2017/05/Pengertian-Ciri-Bentuk-Faktor-dan-Teori-Perubahan-Sosial-adalah.html.
3.      Az-zahrawi, Azizah. 2012. Sosiologi dalam Kesehatan. [Online]. Tersedia: https://www.scribd.com/doc/95273311/sosiologi-dalam-kesehatan#user-util-view-profile.

Senin, 04 September 2017

Power of Du'a : Jawaban Do'a itu selalu 'iya'

Whats your opinion about du'a?
Do'a merupakan panjatan permintaan kita terhadap sang Pencipta. Sejatinya do'a adalah ucapan yang dikeluarkan dengan harapan akan terkabul / diijabah.


Doa adalah hakikat ibadah dan penampakan dari bentuknya yang paling khusus, karena di dalamnya terdapat upaya untuk kembali dan merendahkan diri di hadapan Allah. Allah SWT berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60)
Allah Dzat yang Maha Pemberi. Maka ketika seorang hamba memohon di hadapan-Nya, maka Dia mengabulkan permohonannya dan memberikan pahala atas ketundukannya. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Hidup dan Maha Pemberi, Dia malu kepada hamba-Nya ketika dia mengangkat tangannya lalu tidak mengabulkan permohonannya.” (HR Abu Dawud, no. 1488). dikutip dari: http://imuslimguide.com/id/azkar/6

Sejatinya setiap do'a yang baik disertai dengan keyakinan yang kita miliki selalu dijawab iya atas izin Allah. Iya, bisa 'iya sekarang', 'iya tunggu dulu' dan 'iya nanti'.

Well, saya angkat dari pengalaman saya. Saya sudah membuktikan bahwa do'a tidak dapat dipisahkan dari usaha. Bahwa usaha tanpa do'a adalah nol. Mungkin bisa saja harapan terkabul, tapi beda rasanya dengan berdo'a. 

Do'a
Saya bukan orang yang pintar dan rajin, saya orang biasa yang bahkan di sekolah/perguruan tingginya bisa dihitung biasa-biasa saja. Saya masuk perguruan tinggi swasta jalur Diploma III, saat masuk kuliah saya berdo'a agar dapat IPS (Indeks Prestasi Semester) yang baik supaya mendapat beasiswa sehingga ringanlah biaya yang dikeluarkan sehingga saya berusaha. Ya, Allah kabulkan. Saya masuk kandidat untuk program beasiswa. 
Tapi belum Allah kehendaki. Buktinya teman saya yang IPS nya masih dibawah saya malah mendapatkan beasiswa, namun saya tidak. Mungkin dilihat dari orang tua bahwa orang tua saya bekerja sebagai PNS, dan orang tua teman saya merupakan wiraswasta, selain itu teman saya juga meupakan atlet badminton tingkat Kabupaten.. So, waktu itu saya drop saya suudzon terhadap Allah. Mulai saat itu saya jadi malas belajar. Betapa sombongnya manusia ini.
Kemudian jaranglah saya berdo'a. Padahal kunci dari keberhasilan tidak bida lepas dari do'a.

Karena Kesombongan
Lama kemudian, karena kesombongan manusia, karena suudzon nya manusia, dan mungkin Qodarullah upaya Nya agar saya mengerti agar saya mengetahui bahwa usaha tanpa do'a itu nol.. saya tidak mendapat predikat cum laude saat kelulusan program studi DIII, padahal merupakan harapan orang tua  untuk dapat predikat tersebut agar bisa menjadi PNS, waktu itu untuk PNS minimal IPK untuk sekolah tinggi swasta adalah diatas 3,5 (cum laude). Gugurlah harapan orang tua waktu itu.
Betapa merasa buruknya saya, betapa merasa berdosanya saya, betapa merasa tidak bergunanya saya.
Saya telah mengecewakan kedua orangtua saya, tidak bisa memenuhi harapan mereka, dari mulai tidak lulus masuk perguruan tinggi negeri kemudian tidak mendapat beasiswa dan tidak mendapat predikat sesuai yang orang tua inginkan saat lulus diploma. Betapa merasa buruknya saya waktu itu.

Mengingat Dosa
Dari saat itu saya mulai berpikir, tapi belum tersadar bahwa 'aku telah sombong' jarang berdoa dalam usaha. Dari sana saya mulai berdo'a lagi dan mengingat dosa apa selama ini yang telah aku perbuat sehingga Allah enggan mendengar pintaku. Coba kuingat pernahkah aku membuat orangtua sakit hati dan menangis? Maka meminta maaflah. Atau pernahkah membuat orang lain sakit hati? Ya, waktu itu itu saya sepertinya terlalu sombong sehingga telah menyakiti orang lain, menuduh orang lain yang tidak-tidak. its fitnah, right? So, apologize then.

Mengenal Allah lewat dia
Ada seorang teman waktu itu yang tidak saya sukai. Yang saya merasa bahwa ia sok alim dan lain sebagainya, padahal rasa itulah yang membuktikan betapa sombongnya kita. Menjudge orang tidak baik, bukankah kita yang sok suci menganggap orang sok alim? Memangnya kita sudah benar dan sudah pantas mengomentari orang seperti itu? Mungkin ada hal yang harus dibenahi dalam hati, bahwa mungkin kita merasa tersaingi dengan orang tersebut, merasa kitalah paling baik dan benar. come on, stop it! Kita tidak pernah tahu amal seseorang, dan apakah amal kita diterima?
Pepatah mengatakan  'Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat'. So, yes.. koreksi dulu diri sendiri sebelum mengomentari orang lain.
Dari sanalah saya mengenal Allah lewat orang yang saya pandang sebelah mata. Ia yang terkadang tersipu malu dan jujur, tidak mau banyak berbicara. Dia yang mengajarkan saya kesabaran dan kejujuran, tidak dengan omongannya. Saya melihat ketegarannya, dicerca berbagai masalah keluarga. Jika saya jadi dia, mampukah saya menahan amarah? Mampukah saya bersabar dan menerima ketentuan Nya? Betapa malunya memandang dia sebelah mata.... 

Mendekat kepada Allah

Lalu aku mulai iri, mulai merasa bahwa aku tidak dekat dengan Allah. Mulai saat itu saya merasa bahwa cinta Allah akan kita rasakan jika kita berusaha mencari cinta Nya, bahwa cinta itu tidak ditunggu, tapi ditanyakan dan disapa. Bahkan jika perlu, kita kejar. Hidayah pun tidak akan datang dengan sendirinya, jemputlah ia maka dirimu bahagia.
Setelah itu, aku penasaran bagaimana cara mengenal Allah. Mulai mendekati Allah, merajuk dan meminta. Aku ingin merasakan dicintai Allah seperti sahabatku, yang hatinya senantiasa damai walau diterpa masalah, yang hatinya senantiasa bersyukur yang hati dan jiwanya senantiasa ingat bahwa semua yang kita miliki termasuk diri ini merupakan milik Allah.

Tidakkah bahagia orang yang hatinya damai? Orang yang hatinya terus bergantung dan mengingat Allah? Tidak khawatir akan hal yang terjadi pada masa mendatang karena yakin seyakin-yakinnya pada Allah.



Yakin jawaban Do'a itu iya
Terkadang hal kecil lah yang mengingatkan kita pada perubahan. Kemudian aku mengenal, ya hanya kenal hanya tahu seseorang yang sekarang adalah teman. Ia berkata pada sahabatku yang lain, "jawaban do'a itu iya. Selalu iya. Meskipun iya itu bisa jadi 'ya sekarang', 'ya sebentar', 'ya tunggu dulu' atau 'ya nanti'. "
Kemudian hati kecilku tergugah dengan yakinnya, seluruh kata-katanya menjalar di otak dan hatiku. Aku yakin, ya aku yakin. Sahabatku pernah berkata, "Allah itu tergantung prasangka manusia, jika prasangkanya baik maka baik pula yang ia terima dan jika prasangkanya buruk maka buruk pula yang ia terima".
Lalu tidak ada lagi keresahan dalam pikir dan hatiku.

Well, saya daftar di PTN ternama di Indonesia. Tadinya saya pikir itu terlalu bagus untuk ukuran saya yang tidak memiliki prestasi apa-apa, dan kemudian tanpa ragu saya yakin bahwa jawaban do'a itu selalu iya, dan hendaklah berhusnudzon kepada Allah. Dan alhamdulillah atas izin Allah dan do'a yang selalu dipanjatkan (selain saya, saya juga meminta do'a pada orang-orang terdekat saya) saya lulus di PTN tersebut, padahal sejak SMA saya tidak pernah terpikir untuk kuliah di PTN tersebut.



So, apapun yang kita lakukan dan sedang kita usahakan, jangan lupa berdo'a, jangan bosan berdo'a, jangan lupa meminta izin Allah.. Semoga yang kita lakukan berkah bagi diri kita dan semuanya. aamiin...

Pagi, siang, dan senja

Mata yang samar disapa dingin yang menjalar Pagiku menunggu di gagang pintu Kusambut bersama jenuh Belum senjaku datang, keluh menghadan...