Minggu, 15 September 2019

Penyuara telinga,
Gawai.
Simpan, lalu kumainkan lagi
Penyuara telinga,
Gawai.
Jariku lantas menyapa sepi gawai yang berulangkali kukunjungi tanpa memberi kabar
Telingaku ramai dengan suara penyanyi yang berulangkali kudengar bersahutan
Entah apa yang kutunggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pagi, siang, dan senja

Mata yang samar disapa dingin yang menjalar Pagiku menunggu di gagang pintu Kusambut bersama jenuh Belum senjaku datang, keluh menghadan...